Pemprov Sulbar
Kominfo SP Sulbar Jemput Program Literasi Digital dan AI untuk ASN hingga UMKM
Program ini merupakan bagian dari inisiatif literasi digital berbasis kerja sama ASEAN Foundation dan Google.org.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Kominfo-SP-Sulbar-Muhammad-Ridwan-Djafar-turut-menyambut-program-literasi-digital.jpg)
Ringkasan Berita:
- Pemprov Sulbar memperluas program literasi digital dan AI untuk ASN, pelajar, dan UMKM.
- Program telah menjangkau lebih dari 26 ribu peserta di sekitar 70 sekolah.
- Pelatihan gratis ini menekankan penggunaan teknologi yang aman, etis, dan produktif.
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Upaya memperluas kecakapan digital di Sulawesi Barat terus digencarkan. Tak hanya pelajar dan guru, Pemerintah Provinsi Sulbar kini mendorong aparatur sipil negara (ASN) hingga pelaku UMKM agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI).
Kepala Dinas Kominfo SP Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, menyambut program yang dijalankan melalui kolaborasi dengan Kaizen Collaborative Impact.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif literasi digital berbasis kerja sama ASEAN Foundation dan Google.org.
Baca juga: PPID Kunci Transparansi, Kominfo Sulbar Dorong Layanan Informasi Lebih Terbuka
Baca juga: Kominfo Sulbar Dorong Forum Anak Daerah Jadi Wadah Edukasi Perlindungan Anak dan Literasi Digital
Menurutnya, program ini tidak sekadar mengenalkan teknologi, tetapi juga memastikan penggunaannya berlangsung aman, etis, dan produktif di berbagai sektor.
"Ini merupakan penguatan dari program yang sudah kita jalankan sebelumnya. Pengembangan kompetensi digital di lingkup ASN, guru, siswa hingga pelaku usaha perlu terus kita tingkatkan," ujar Ridwan, Sabtu (2/5/2026).
Perluasan Literasi Digital hingga UMKM
Program ini sejalan dengan prioritas Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, dalam mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui penguatan literasi digital.
Ridwan menyebut peningkatan kapasitas digital perlu dimulai dari internal pemerintah. ASN diharapkan memiliki pemahaman teknologi agar mampu menghadirkan layanan publik yang adaptif dan responsif.
Sejauh ini, program yang melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulbar tersebut telah menjangkau puluhan ribu peserta.
Tercatat sekitar 70 sekolah terlibat dengan total lebih dari 26 ribu peserta, terdiri dari siswa SMA/SMK dan tenaga pendidik.
Selain sektor pendidikan, pelatihan kini juga menyasar pelaku UMKM. Program yang berjalan sejak awal Mei 2026 ini fokus pada pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan daya saing usaha, termasuk penggunaan AI dalam aktivitas bisnis.
Ridwan menambahkan, pendekatan pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).
Hal ini dilakukan agar pemanfaatan teknologi tepat guna dan mendukung kinerja instansi.
Di sisi lain, pihak Kaizen Collaborative Impact memastikan seluruh program dapat diikuti secara gratis.
Mereka juga menegaskan tidak ada pengumpulan data pribadi, sehingga peserta dapat mengikuti pelatihan dengan aman dan nyaman. (*)
Pemprov Sulbar
Program Literasi Digital
KominfoSS Sulbar
Muhammad Ridwan Djafar
Sulawesi Barat
Kaizen Collaborative Impact
| Sekda Sulbar Ungkap Tantangan Pembangunan: Jalan Layak Baru 49 Persen hingga Stunting 35 Persen |
|
|---|
| Junda Dorong Transformasi PPID Sulbar, Perkuat Keterbukaan Informasi demi Jaga Kepercayaan Publik |
|
|---|
| Buka Raker IKAL, SDK Sebut Pertanian dan Penegakan Hukum Kunci Kemajuan Sulbar |
|
|---|
| PPID Kunci Transparansi, Kominfo Sulbar Dorong Layanan Informasi Lebih Terbuka |
|
|---|
| Eksibisi Menembak di Mako Brimob Sulbar, Gubernur Suhardi Duka Tekankan Sinergi Pemda dan Polri |
|
|---|