Nasional
Wamenaker: Dunia Kerja Tak Hanya Lihat Ijazah, tapi Juga Kompetensi
Hal ini penting agar pekerja mampu beradaptasi dengan perubahan dunia kerja yang semakin cepat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Wakil-Menteri-Ketenagakerjaan-Afriansyah-Noor-saat-membuka-Rapat-Kerja-Nasional-Serikat-Pekerja.jpg)
Ringkasan Berita:
- Wamenaker Afriansyah Noor menegaskan dunia kerja kini lebih menekankan kompetensi dibanding sekadar ijazah.
- Sertifikasi dan pelatihan vokasi menjadi kunci meningkatkan daya saing tenaga kerja.
- Hubungan industrial yang harmonis dinilai penting untuk kemajuan perusahaan dan kesejahteraan pekerja.
TRIBUN-SULBAR.COM - Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, menegaskan bahwa perkembangan dunia kerja saat ini menuntut pekerja memiliki kemampuan dan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri, tidak hanya mengandalkan ijazah.
Hal ini penting agar pekerja mampu beradaptasi dengan perubahan dunia kerja yang semakin cepat.
“Dunia kerja saat ini tidak hanya melihat ijazah, tetapi juga kompetensi. Sertifikasi menjadi nilai tambah penting agar pekerja mampu bersaing dan berkembang, serta menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri,” ujar Afriansyah Noor saat membuka Rapat Kerja Nasional Serikat Pekerja Sucofindo di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Baca juga: Menaker Ingatkan Pekerja Siap Hadapi AI di Tengah Rendahnya Pemanfaatan Teknologi di Indonesia
Baca juga: Menaker Imbau Perusahaan Swasta, BUMN, dan BUMD Terapkan WFH 1 Hari dalam Sepekan
Ia menjelaskan, penguatan kompetensi dapat dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai lembaga pelatihan dan sertifikasi, seperti balai pelatihan vokasi Kementerian Ketenagakerjaan, Politeknik Ketenagakerjaan, serta Badan Nasional Sertifikasi Profesi.
Program tersebut mencakup pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi, hingga peningkatan keterampilan sesuai kebutuhan industri.
Pentingnya Sertifikasi dan Hubungan Industrial Harmonis
Selain itu, Afriansyah Noor juga menekankan pentingnya hubungan industrial yang harmonis di lingkungan kerja.
Ia mengajak serikat pekerja di lingkungan Sucofindo untuk menjaga persatuan dan mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tempat kerja.
“Jika komunikasi berjalan baik dan semua pihak saling mendukung, maka perusahaan akan maju dan pekerja semakin sejahtera,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Sucofindo, Sandry Pasambuna, mengatakan keberhasilan perusahaan tidak hanya ditentukan oleh kinerja bisnis, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia di dalamnya.
Ia menilai kesejahteraan pegawai dan keluarganya menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan perusahaan.
“Dengan semangat kebersamaan, saling percaya, dan komitmen yang kuat, kita dapat terus menjaga harmoni dan bersama-sama mengawal masa depan perusahaan menjadi lebih baik,” ucapnya.(*)
| BOS Tribun Network Dahlan Dahi Terima Penghargaan di Puncak HPN 2026, Berjasa Satukan Kembali PWI |
|
|---|
| HPN 2026, Gubernur Sulbar Tegaskan Peran Strategis Pers bagi Kehidupan Demokrasi |
|
|---|
| Lengkap dengan Cara Mudah Unggah di Media Sosial, Berikut 30 Link Twibbon Hari Pers Nasional 2026 |
|
|---|
| Dukung Program PERSAGI, Bupati Polman Hadiri Peringatan HGN 2026 |
|
|---|
| Hari Kesadaran Nasional 2026, Gubernur SDK: Antrean Kebutuhan Pokok Cerminan Negara Salah Urus |
|
|---|