Sabtu, 25 April 2026

Kekerasan Seksual Anak

9 Anak di Mamuju Jadi Korban Kekerasan Seksual Sepanjang Januari - April 2026

Dari sembilan kasus yang ditangani, dua perkara di antaranya menyita perhatian publik karena melibatkan orang dekat sebagai pelakunya.

Tayang:
Penulis: Suandi | Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto 9 Anak di Mamuju Jadi Korban Kekerasan Seksual Sepanjang Januari - April 2026
ilustrasi/int
Kasus kekerasan seksual dialami anak di bawah umur di Mamuju 

Ringkasan Berita:
  • Polresta Mamuju mencatat 9 kasus kekerasan seksual anak sejak Januari 2026
  • Sejumlah kasus melibatkan pelaku dari lingkungan keluarga korban
  • Pemerintah fokus pada pencegahan dan pendampingan psikologis korban

 


TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, menunjukkan angka yang memprihatinkan pada awal 2026.

Polresta Mamuju mencatat sebanyak sembilan kasus telah dilaporkan dalam kurun waktu Januari hingga April 2026.

Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir, mengonfirmasi tren kekerasan terhadap anak di wilayah hukumnya sedang menjadi perhatian serius pihak kepolisian.

Baca juga: Polres Pasangkayu Dalami Dugaan Gangguan Mental Korban Kekerasan Seksual, Libatkan Dinsos

Baca juga: Tega Setubuhi Anak Tiri hingga Hamil, Ayah di Mamuju Terancam 20 Tahun Penjara

"Memang di awal tahun ini jumlahnya sangat memprihatinkan," ujar Herman kepada awak media, Selasa, saat ditemui di Mapolresta Mamuju, Rabu (22/4/2026).

Didominasi Pelaku Orang Terdekat

Dari sembilan kasus yang ditangani, dua perkara di antaranya menyita perhatian publik karena melibatkan orang dekat sebagai pelakunya.

Pekan lalu, polisi merilis kasus pemerkosaan terhadap seorang anak berusia 13 tahun.

Mirisnya, pelaku merupakan ayah kandung korban yang tega melancarkan aksi bejatnya sebanyak empat kali.

Tak berhenti di situ, kasus terbaru mengungkap perilaku keji seorang ayah tiri yang memaksa anak sambungnya melayani nafsu bejatnya sejak tahun 2020.

Aksi tersebut dilakukan sejak korban masih berusia 12 tahun hingga kini korban diketahui tengah hamil empat bulan.

Respons Pemerintah

Menanggapi maraknya kasus tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Mamuju, Masitha, menyatakan keprihatinan.

Menurutnya, mayoritas korban saat ini masih didominasi kelompok perempuan dan anak.

"Kami sangat prihatin. Di era sekarang, siapapun bisa menjadi korban, namun faktanya mayoritas adalah perempuan dan anak," ungkap Masitha.

OPEN DONASI - Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir, saat konferensi pers di Mapolresta Mamuju, Jl KS Tubun, Kelurahan Rimuku, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Selasa (21/4/2026).
OPEN DONASI - Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir, saat konferensi pers di Mapolresta Mamuju, Jl KS Tubun, Kelurahan Rimuku, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Selasa (21/4/2026). (Tribun-Sulbar.com/Suandi)

Masitha menegaskan pihaknya terus berupaya menekan angka kekerasan melalui berbagai langkah strategis, mulai dari sosialisasi hingga advokasi lintas sektoral.

"Upaya kami adalah selalu melakukan advokasi dan sosialisasi. Kami juga bersinergi dengan lembaga terkait seperti pengadilan, kejaksaan, dan kepolisian untuk merumuskan langkah pencegahan agar tidak ada lagi korban baru," tambahnya.

Ia juga menyebut, DPPPA Mamuju memberikan pendampingan psikologis bagi para korban untuk memastikan penanganan trauma berjalan dengan baik.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi

Sumber: Tribun sulbar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved