Kamis, 23 April 2026

Pemprov Sulbar

DTPHP Sulbar Jajaki Kerja Sama Pengembangan Jagung dan Peternakan dengan PT Charoen Pokphand

Pertemuan ini membahas penguatan kerja sama komoditas jagung dan peternakan dalam satu ekosistem agribisnis.

Tayang:
Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto DTPHP Sulbar Jajaki Kerja Sama Pengembangan Jagung dan Peternakan dengan PT Charoen Pokphand
Dokumentasi Pemprov Sulbar/humas pemprov sulbar
KUNKER - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Provinsi Sulawesi Barat menjajaki kerja sama agribisnis dengan PT Charoen Pokphand Indonesia. Penjajakan dilakukan melalui pertemuan resmi di kantor Feedmill Makassar, Jumat (3/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • DTPHP Sulbar menjajaki kerja sama agribisnis dengan PT Charoen Pokphand Indonesia di Makassar.
  • Kemitraan difokuskan pada pengembangan jagung dan peternakan dari hulu hingga hilir.
  • Kolaborasi diharapkan meningkatkan produktivitas, akses pasar, dan ekonomi petani serta peternak.

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Provinsi Sulawesi Barat menjajaki kerja sama agribisnis dengan PT Charoen Pokphand Indonesia.

Penjajakan dilakukan melalui pertemuan resmi di kantor Feedmill Makassar, Jumat (3/4/2026).

Kepala DTPHP Sulbar, Hamdani Hamdi, memimpin langsung pertemuan bersama jajaran direksi perusahaan.

Baca juga: Forum OPD 2026, Dinas Pangan Sulbar Sinkronkan Program Ketahanan Pangan 2027

Baca juga: Perkuat Pengelolaan Website, Tim SPBE Sekretariat DPRD Sulbar Koordinasi dengan DiskominfoSS

Turut hadir jajaran bidang peternakan, tanaman pangan, UPTD perbibitan ternak, UPTD BBTPH, tenaga ahli gubernur, serta perwakilan Biro Ekonomi dan Pembangunan Setda Sulbar.

Pertemuan ini membahas penguatan kerja sama komoditas jagung dan peternakan dalam satu ekosistem agribisnis.

Peluang Kemitraan dari Hulu ke Hilir

Direksi PT Charoen Pokphand Indonesia memaparkan peluang kemitraan yang dapat dikembangkan di Sulawesi Barat.

Skema kerja sama meliputi pola direct farm hingga jaringan agen (poultry shop).

Kemitraan ini dapat melibatkan individu, badan usaha, koperasi, BUMDes, hingga BUMD.

Perusahaan juga menyebut mutu jagung Sulbar umumnya telah memenuhi standar industri.

Kebutuhan jagung perusahaan mencapai sekitar 600 ton per hari.

Hamdani menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan agribisnis.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat akan memberikan dukungan penuh terhadap penguatan agribisnis jagung dan peternakan dari hulu hingga hilir,” ujarnya.

Ia menambahkan dukungan dilakukan melalui kebijakan, program, dan kegiatan yang bersumber dari APBD maupun APBN.

“Kami ingin memastikan peluang kerja sama ini dimanfaatkan optimal oleh petani dan peternak,” tambahnya.

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved