Selasa, 28 April 2026

Berita Sulbar

Program Listrik Gratis di Sulbar Ikut Terdampak Efisiensi Anggaran, Tahun Ini hanya 37 Sambungan

Bujaeramy menjelaskan bahwa Dinas ESDM Sulbar secara rutin melaksanakan program elektrifikasi melalui APBD dengan nama program Listrik Hemat

Tayang:
Editor: Ilham Mulyawan
zoom-inlihat foto Program Listrik Gratis di Sulbar Ikut Terdampak Efisiensi Anggaran, Tahun Ini hanya 37 Sambungan
Tribun Sulbar / Suandi
SAMBUNGAN LISTRIK - Bujaeramy Hasan saat ditemui di ruang kerjanya, Kompleks Perkantoran Gubernur Sulbar beberapa waktu lalu. Bujaeramy Hassan mengungkapkan efisiensi anggaran turut mempengaruhi sambungan listrik gratis 

Ringkasan Berita:Kondisi Program Listrik Gratis 2026
1. Penurunan Kuota APBD: Program "Listrik Hemat dan Murah" dari APBD Provinsi mengalami penurunan drastis menjadi hanya 37 sambungan tahun ini akibat efisiensi anggaran (dibandingkan 171 sambungan pada 2025).
2. Harapan pada Pemerintah Pusat: Dinas ESDM mendorong usulan ke Kementerian ESDM melalui program Bantuan Pasang Listrik Gratis (BPBL).
3. Tren Positif Pusat: Kuota dari pusat terus meningkat, dari 2.000 sambungan (2024) menjadi 5.000 sambungan (2025).

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Barat, Bujaeramy Hassan, menerima kunjungan silaturahmi sekaligus audiensi dari Hamza Mika, Kepala Desa Labuan Rano, Kecamatan Tapalang Barat, Kabupaten Mamuju, di ruang kerjanya pada Senin (16/3/2026) lalu. 

Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan membahas usulan strategis terkait kebutuhan listrik bagi warga kurang mampu di wilayah setempat.

Kunjungan Kepala Desa Labuan Rano bertujuan untuk menyampaikan secara langsung usulan calon penerima bantuan listrik gratis. 

Baca juga: PNS Bapenda Sulbar Patungan Salurkan THR kepada PPPK Paruh Waktu

Baca juga: 4 Anggota TNI Diduga Terlibat Penyiraman Air Keras Aktivis Andrie Yunus, Satu Berpangkat Kapten

Dalam audiensi tersebut, ia berharap agar masyarakat di desanya yang belum menikmati aliran listrik dapat segera terakomodir melalui program pemerintah.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas ESDM Sulbar, Bujaeramy Hassan, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kepala Desa Labuan Rano atas perhatian dan inisiatifnya dalam mengusulkan warganya.

"Kami akan mengkaji terlebih dahulu mekanismenya, apakah bisa diakomodir melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) atau akan diteruskan sebagai usulan ke pemerintah pusat," ujar Bujaeramy.

Lanjut, Bujaeramy menjelaskan bahwa Dinas ESDM Sulbar secara rutin melaksanakan program elektrifikasi melalui APBD dengan nama program Listrik Hemat dan Murah. 

Program ini merupakan komitmen Pemprov Sulbar untuk membantu masyarakat kurang mampu agar dapat menikmati akses listrik.

Namun Bujaeramy menuturkan, setiap tahun dialokasikan melalui APBD. 

Sebagai gambaran, pada tahun anggaran 2025 lalu, terealisasi sebanyak 171 sambungan rumah tangga. 

Hanya saja untuk tahun ini ikut terdampak efisiensi anggaran.

"Namun, untuk tahun 2026 ini, alokasi yang tersedia mengalami penurunan menjadi 37 sambungan akibat adanya efisiensi anggaran di lingkungan dinas," terangnya.

Dorong ke Pemerintah Pusat

Di samping mengandalkan APBD, Dinas ESDM Sulbar juga terus berupaya mendorong usulan ke pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM RI, khususnya dalam program Bantuan Pasang Listrik Gratis (BPBL).

"Alhamdulillah, berkat koordinasi yang baik, setiap tahunnya ribuan rumah tangga sasaran di Sulbar berhasil terpasang listrik melalui program pusat. Pada tahun 2024 kita mendapat 2.000 sambungan, dan meningkat signifikan di tahun 2025 menjadi 5.000 sambungan. Kami sangat bersyukur dan berharap di tahun 2026 ini kuota untuk Sulawesi Barat bisa lebih banyak lagi sehingga masyarakat yang belum berlistrik dapat segera terlayani," tambahnya penuh harap.

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved