Safari Ramadan
Suhardi Duka Ajak Alumni Hipermaju Bersatu Majukan Daerah Meski Berbeda Pilihan
Ia mengaku tidak pernah membayangkan perjalanan hidupnya akan membawanya menjadi bupati, anggota DPR RI, hingga akhirnya gubernur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Gubernur-Sulawesi-Barat-Suhardi-Duka-saat-acara-buka-puasa-dan-salat-tarawih-bersama.jpg)
Ringkasan Berita:
- Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, mengenang masa mahasiswa di Makassar dan perjuangan menempuh pendidikan dengan ujian negara yang ketat.
- Ia berbagi kisah pribadi termasuk menikah semasa mahasiswa dan perjalanan karier hingga menjadi gubernur.
- Suhardi Duka mengajak alumni Hipermaju untuk bersatu memajukan daerah meski berbeda pilihan politik dan latar belakang.
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka, mengenang masa mudanya saat menempuh pendidikan di Makassar dalam acara buka puasa dan salat tarawih bersama alumni Hipermaju Sulbar, Senin, 16 Maret 2026.
Dalam sambutannya, Gubernur yang juga merupakan alumni Hipermaju menegaskan bahwa Hipermaju memiliki peran besar dalam perjalanan banyak tokoh di Mamuju.
“Tidak ada orang besar di Mamuju yang tidak melalui Hipermaju,” kata Suhardi Duka.
Ia menceritakan kehidupan mahasiswa pada masa lalu jauh lebih berat dibandingkan sekarang.
Baca juga: Safari Ramadan di Rumah Putih Polman, Syamsul Samad Puji Kinerja Gubernur Sulbar Suhardi Duka
Baca juga: Suhardi Duka: Alumni PMII Harus Berkarakter Petarung
Mahasiswa dari perguruan tinggi swasta, kata dia, harus mengikuti ujian negara dengan tingkat kelulusan yang sangat ketat.
“Biasa enam mata kuliah, satu yang lulus. Jadi kalau ada yang selesai lima tahun, enam tahun, tujuh tahun, itu sudah hebat,” ujarnya.
Banyak mahasiswa terpaksa pulang ke kampung halaman setelah meraih gelar sarjana muda karena keterbatasan ekonomi. Harapan orang tua saat itu, menurut Suhardi Duka, hanya satu: agar anak menjadi pegawai negeri sipil.
“Kalau anaknya sudah jadi PNS, apalagi sarjana, itu sudah dianggap jadi manusia,” kenangnya.
Kisah Pribadi dan Perjuangan Hidup
Gubernur Suhardi Duka juga berbagi cerita pribadi. Ia menikah saat masih mahasiswa semester tiga pada 1983 dan tinggal di rumah mertuanya setelah satu setengah tahun tinggal di asrama. Anak pertamanya lahir pada 1984.
Ia mengaku tidak pernah membayangkan perjalanan hidupnya akan membawanya menjadi bupati, anggota DPR RI, hingga akhirnya gubernur.
“Tidak ada yang mengira bahwa kita akan bisa jadi bupati, jadi anggota DPR RI, apalagi jadi gubernur. Itulah perjalanan hidup manusia,” katanya.
Suhardi Duka menekankan pentingnya fokus dan mendalami bidang yang ditekuni.
“Saya tidak setengah-setengah kalau terjun pada suatu bidang. Saya pelajari betul dan pahami betul,” ujarnya.
Persatuan Alumni Hipermaju Tetap Utama
Gubernur menekankan pentingnya menjaga persahabatan dan silaturahmi meskipun memiliki perbedaan pandangan. “Beda pendapat itu biasa, tapi silaturahmi dan persahabatan harus tetap terjaga,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh alumni Hipermaju untuk tetap bersatu dan memajukan daerah meski berbeda latar belakang dan pilihan politik.
Banyak alumni kini telah menduduki jabatan penting, mulai dari bupati, wakil bupati, hingga anggota DPRD.
“Silakan berbeda pendapat, berbeda partai, berbeda warna. Tapi kalau sudah di Hipermaju, kita satu wadah bagaimana memajukan daerah,” tutupnya. (*)
| Safari Ramadan di Polman, Gubernur Suhardi Duka Salat Tarawih Bersama Warga Wonomulyo |
|
|---|
| Safari Ramadan Pemprov Sulbar di Polman, Gubernur Kenang 40 Hari Wafatnya Wagub Salim Mengga |
|
|---|
| Safari Ramadan di Mambi, Gubernur Suhardi Duka Ungkap Alokasi Rp40 M untuk Pembangunan Mamasa 2026 |
|
|---|
| Safari Ramadan di Mambi Mamasa, Gubernur Sulbar Suhardi Duka Serahkan 500 Paket Sembako untuk Warga |
|
|---|
| Safari Ramadan di Mamasa, KominfoSS Sulbar Kunjungi SMK 1 Bonehau, Pastikan Internet Sekolah Optimal |
|
|---|