IKA PMII Sulbar
Suhardi Duka: Alumni PMII Harus Berkarakter Petarung
Ia menguraikan, seiring perkembangan teknologi dan zaman, cara kerja ke depan semakin efisien sehingga tidak membutuhkan banyak tenaga manusia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Ketua-PW-IKA-PMII-Sulbar-sebagai-keynote-speaker-pada-dialog.jpg)
Ringkasan Berita:
- PW IKA PMII Sulbar menggelar buka puasa bersama dan dialog bertema penguatan peran alumni dalam menjaga nilai Ahlussunnah wal Jamaah.
- Gubernur Sulbar Suhardi Duka menegaskan alumni PMII harus memiliki karakter petarung dan tidak mudah menyerah.
- Perkembangan teknologi membuat kebutuhan tenaga kerja semakin berkurang sehingga kader PMII didorong menciptakan peluang, termasuk di dunia usaha.
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PW IKA PMII) Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar buka puasa bersama di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Barat, Jl Abd Malik Pattana Endeng, Simboro, Mamuju, Rabu (11/3/2026).
Buka puasa bersama dirangkaikan dengan dialog bertajuk Munajat Cinta Ramadan IKA PMII dengan tema “Meneguhkan Peran Alumni PMII dalam Menjaga Nilai Ahlussunnah wal Jamaah di Tengah Dinamika Zaman.”
Dialog dipandu salah satu alumni PMII Sulbar, Imelda Adhiyanty.
Baca juga: Suhardi Duka Resmi Narkodai IKA PMII Sulbar, Ajak Alumni Bersinergi
Sementara sebagai keynote speaker dialog adalah Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, yang juga Ketua PW IKA PMII Sulbar.
Hadir juga dalam buka puasa bersama Sekretaris IKA PMII Sulbar Mahmud Subarka dan Bendahara April Ashari Hardi.
Tak hanya itu, turut hadir Kakanwil Kemenag Sulbar Dr H Adnan Nota yang juga merupakan alumni PMII, anggota DPRD Sulbar Sukri Umar dan Usman Suhuriah yang merupakan alumni PMII, M Yanas, mantan Ketua Pengadilan Agama juga alumni, serta ratusan alumni PMII lintas generasi lainnya.
Tekankan Karakter Petarung
Dalam dialog, Ketua IKA PMII Suhardi Duka menekankan bahwa alumni PMII harus membangun karakter petarung, tidak menjadi kader yang belum bertarung sudah kalah.
"Kader-kader ke depan harus didorong masuk ke dunia usaha sehingga membutuhkan karakter yang kuat. Karakter petarung," kata Suhardi Duka.
Ia menguraikan, seiring perkembangan teknologi dan zaman, cara kerja ke depan semakin efisien sehingga tidak membutuhkan banyak tenaga manusia.
"Contoh misalnya, penerimaan PPPK itu akan disetop, selain karena tekanan fiskal, juga karena seiring perkembangan teknologi semakin tidak membutuhkan banyak tenaga manusia," ujarnya.
Oleh karena itu, SDK kembali menekankan PMII harus melahirkan kader-kader yang memiliki karakter mampu bertarung di berbagai sektor.
"PMII harus mampu menciptakan kader yang mampu menciptakan peluang," imbuhnya. (*)