Khutbah Jumat
Teks Khutbah Jumat 6 Maret 2026: Menguatkan Fokus dan Kedekatan kepada Allah
Khutbah ini merupakan bagian wajib dari rangkaian salat Jumat dan biasanya disampaikan oleh seorang khatib di masjid.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Wakil-Gubernur-Sulbar-Salim-S-Mengga-salat-Jumat-di-Masjid-Al-Ikhlas-Lingkungan-Tambayako.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM - Khutbah Jumat adalah ceramah atau pidato keagamaan dalam Islam yang disampaikan sebelum salat Jumat.
Khutbah ini merupakan bagian wajib dari rangkaian salat Jumat dan biasanya disampaikan oleh seorang khatib di masjid.
Khutbah Jumat bertujuan untuk:
Memberikan nasihat dan pengingat tentang ajaran Islam
Meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah
Mengingatkan umat tentang akhlak, ibadah, dan kehidupan sosial
Baca juga: Rukun Khutbah Jumat: Kunci Jawaban PAI Kelas 11 Kurikulum Merdeka Halaman 135
Membahas isu moral atau kehidupan sehari-hari menurut Islam
Berikut Khutbah Jumat, 6 Maret 2026, berjudul "Iktikaf Menjernihkan Hati, Menguatkan Fokus dan Kedekatan kepada Allah."
Tema ini menjadi pengingat bagi umat Islam agar senantiasa merenung sejenak seraya mejawab dalam hati beberapa pertanyaan terkait "Berapa banyak waktu telah berlalu dalam hidup? Berapa banyak hari dihabiskan untuk dunia, pekerjaan, urusan, dan ambisi? Lalu berapa waktu yang benar-benar diberikan untuk duduk tenang bersama Allah?".
Melansir laman simbi.kemenag.go.id, berikut teks khutbah Jumat 6 Maret 2026:
Iktikaf Menjernihkan Hati, Menguatkan Fokus dan Kedekatan kepada Allah
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي شَرَعَ لَنَا مِنَ الْعِبَادَاتِ مَا يُزَكِّي أَنْفُسَنَا وَيُقَرِّبُنَا إِلَيْهِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، الَّذِي كَانَ يَعْتَكِفُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ تَأَسِّيًا وَاتِّبَاعًا. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُونَ، اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ: وَإِذْ جَعَلْنَا ٱلْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَأَمْنًا وَٱتَّخِذُوا۟ مِن مَّقَامِ إِبْرَٰهِۦمَ مُصَلًّى ۖ وَعَهِدْنَآ إِلَىٰٓ إِبْرَٰهِۦمَ وَإِسْمَٰعِيلَ أَن طَهِّرَا بَيْتِىَ لِلطَّآئِفِينَ وَٱلْعَٰكِفِينَ وَٱلرُّكَّعِ ٱلسُّجُودِ.
Jemaah Jum’at rahimakumullah,
Pada kesempatan ini, khatib akan menyampaikan khotbah dengan tema: “Iktikaf Menjernihkan Hati, Menguatkan Fokus dan Kedekatan kepada Allah”. Izinkan juga khatib mengajak hadirin untuk merenung sejenak seraya mejawab dalam hati beberapa pertanyaan berikut: Berapa banyak waktu telah berlalu dalam hidup kita? Berapa banyak hari dihabiskan untuk dunia, pekerjaan, urusan, dan ambisi? Lalu berapa waktu yang benar-benar kita berikan untuk duduk tenang bersama Allah?
Di sinilah makna iktikaf menjadi sangat dalam. Iktikaf bukan sekadar tinggal di masjid. Iktikaf adalah berhenti sejenak dari dunia untuk menyelamatkan hati kita. Iktikaf merupakan salah satu amalan istimewa di bulan Ramadan. Iktikaf bukan sekadar tradisi, melainkan syariat yang disebutkan dalam Al-Qur'an dan dipraktikkan oleh Rasulullah saw. Dalam Q.S. Al Baqarah [2]: 187 Allah Swt berfirman:
وَلَا تُبَٰشِرُوهُنَّ وَأَنتُمْ عَٰكِفُونَ فِى ٱلْمَسَٰجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ ٱللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ ءَايَٰتِهِۦ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ.
“Akan tetapi, jangan campuri mereka ketika kamu (dalam keadaan) beriktikaf di masjid. Itulah batas-batas (ketentuan) Allah. Maka, janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka bertakwa.”
Pada ayat yang lain Allah berfirman: