Berita Mamuju
Viral di Mamuju, Ibu dan Dua Anaknya Diduga‘Ngelem’di Pinggir Jalan
Dalam video berdurasi singkat itu, wanita berbaju cokelat duduk di kursi plastik sambil memegang kantong lem di hidungnya.
Penulis: Suandi | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Sebuah-video-viral-memperlihatkan-seorang-ibu-bersama-dua-anaknya-diduga-hisap-lem.jpg)
Ringkasan Berita:
- Sebuah video viral memperlihatkan seorang ibu bersama dua anaknya yang masih balita diduga menghirup lem di Mamuju.
- Pemerintah melalui Dinas PPPA dan Dinas Sosial sudah melakukan intervensi medis, namun keluarga mengeluarkan ibu secara paksa dari rumah sakit.
- Sang ibu terindikasi mengalami gangguan jiwa, sementara anak-anaknya mengikuti perilaku berisiko dan belum sekolah.
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Sebuah video viral memperlihatkan seorang ibu bersama dua anaknya yang masih balita diduga sedang menghirup lem di pinggir jalan di wilayah Mamuju, Sulawesi Barat.
Dalam video berdurasi singkat itu, wanita berbaju cokelat duduk di kursi plastik sambil memegang kantong lem di hidungnya.
Di sampingnya, anak laki-laki berusia sekitar 4-5 tahun juga terlihat melakukan hal serupa.
Sang ibu tampak menggendong bayi berusia 10 bulan sambil tetap menghirup lem.
Baca juga: Pekan Kedua Ramadan 2026, Harga Bahan Pokok di Pasangkayu Masih Stabil
Baca juga: Tambah Koleksi Tumblermu Hanya di Owala Official Store di Blibli Banyak Promo
Kepala Bidang Pencegahan Penanganan Kekerasan (PPDRT) Dinas PPPA Mamuju, Hartati, menjelaskan pihaknya telah memantau kasus ini dan berkolaborasi dengan Dinas Sosial.
“Kami sempat membawa ibu ini ke RS Regional untuk penanganan dokter ahli jiwa. Namun pihak keluarga mengeluarkannya secara paksa sebelum pengobatan tuntas,” ujar Hartati, Kamis (5/3/2026).
Hartati menyesalkan keluarnya ibu dari rumah sakit karena keluarga menandatangani surat pernyataan keluar paksa, sehingga pemerintah tidak bisa melanjutkan penanganan.
Ibu Terindikasi Gangguan Mental
Berdasarkan pemeriksaan medis awal, sang ibu terindikasi mengalami gangguan kejiwaan.
Pola asuhnya yang membahayakan membuat kedua anaknya meniru perilaku berisiko tersebut.
“Anak-anaknya masih balita semua. Yang satu sekitar 10 bulan dan yang laki-laki kurang lebih 4 sampai 5 tahun. Mereka belum sekolah dan mengikuti perilaku ibu di ruang publik,” jelas Hartati.(*)
| 24 Perpustakaan di Mamuju Tengah Kantongi NPP, Bukti Sinergi Pusat dan Daerah |
|
|---|
| Serangan Jantung di Tengah Laut Mamuju Kru Kapal Australia-China Asal Pandeglang Banten Meninggal |
|
|---|
| Kasat Intelkam Polres Mamasa AKP Ilyas Salurkan Bantuan untuk Kakak Beradik Viral di Tapalang Mamuju |
|
|---|
| TPA Adi-Adi Ditutup Warga, Mamuju Dipenuhi Sampah Sugianto Sebut Pemkab Selalu Alasan Keterbatasan |
|
|---|
| Satpol PP Mamuju Tengah Razia Pelajar Bolos, 15 Siswa Terjaring di Topoyo dan Tobadak |
|
|---|