Jumat, 24 April 2026

Ramadan

3 Titik Rukyatul Hilal di Sulbar Hari Ini, Puasa Besok?

Hakim menyebut kondisi hilal secara astronomis sangat sulit atau bahkan mustahil untuk terlihat pada hari pemantauan 17 Februari

Tayang:
Editor: Ilham Mulyawan
zoom-inlihat foto 3 Titik Rukyatul Hilal di Sulbar Hari Ini, Puasa Besok?
Tribun Sulbar / Ist
Petugas memantau hilal di area pemantauan hilal Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta, Jakarta Timur, Kamis (20/4/2023). Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) bakal menggelar pemantauan hilal 1 Zulhijah 1444 Hijriah, Minggu (18/6/2023) sore.(Ist) 

Ringkasan Berita:Lokasi Pemantauan (Rukyatul Hilal)
Pemantauan dilakukan pada Selasa, 17 Februari 2026, di tiga titik wilayah Sulawesi Barat:
1. Majene: Bukit Tinggi Pantai Soreang, Banggae (dipantau tim Kanwil Kemenag Sulbar).
2. Pasangkayu: Tanjung Mercusuar Pasangkayu (dipantau tim Kemenag Pasangkayu dengan peralatan baru).
3. Mamuju: Tanjung Mercusuar Sumare (dipantau tim Kemenag Mamuju).

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Pemantauan hilal (rukyatul hilal) untuk menentukan pergantian bulan kalender Hijriah, akan dilaksanakan pada Selasa (17/2/2026) hari ini di tiga titik.

Tiga titik itu di antaranya Bukit Tinggi Pantai Soreang, Banggae, Kabupaten Majene.

Tanjung Mercusuar Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu

Baca juga: Aki Truk Milik Dua Warga Bertetangga di Wonomulyo Digasak Maling, Kerugian Jutaan Rupiah

Baca juga: SIMAK! Jadwal Imsyakiyah Ramadan 1447 Hijriah Wilayah Sulawesi Barat

Terakhir di Tanjung Mercusuar Sumare, Kabupaten Mamuju.

Penelaah Hisab Rukyat pada Bidang Bimas Islam Kanwil Kemenag Sulbar, Hakim Sy Nira menjelaskan, untuk titik di Pasangkayu, pemantauan dilakukan oleh tim Kemenag Kabupaten Pasangkayu.

Sementara di Mamuju akna dipantau tim dari Kemenag Mamuju.

Sedangkan di Kabupaten Majene akan dipantau langsung tim dari Kemenag Sulawesi Barat.

"Hanya internal di Pasangkayu karena mereka baru mendapatkan peralatan baru," ujar Hakim..

Berdasarkan data hisab yang dihimpun, Hakim memaparkan konjungsi atau ijtima diperkirakan terjadi pada 27 Februari 2026 pukul 20.01 WITA.

Melihat posisi tersebut, ia menyebut kondisi hilal secara astronomis sangat sulit atau bahkan mustahil untuk terlihat pada hari pemantauan 17 Februari tersebut.

"Tinggi hilal saat ini minus satu derajat dengan elongasi hanya satu derajat. Dengan posisi ini, hilal diprediksi mustahil terlihat," jelas Hakim.

Dilaporkan ke Kementerian

Hasil dari pemantauan di ketiga titik tersebut nantinya akan dilaporkan secara resmi kepada Kementerian Agama RI sebagai bahan pertimbangan dalam Sidang Isbat untuk penetapan tanggal resmi 1 Ramadhan 1447 H. 

Informasi dihimpun, awal puasa ramadan tahun ini akan berbeda di beberapa kalangan umat muslim.

Muhammadiah misalnya, akan mulai berpuasa pada Rabu (18/2/2026) besok.

Sedangkan pemerintah dikabarkan akan mulai menetapkan puasa pertama pada Kamis (19/2/2026). (*)

Sumber: Tribun sulbar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved