Minggu, 12 April 2026

Pemkab Pasangkayu

Hadapi Cuaca Ekstrem Awal Tahun, BPBD Pasangkayu Siagakan Personel 24 Jam

Sejumlah personel disiagakan selama 24 jam untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem.

Tayang:
Penulis: Taufan | Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Hadapi Cuaca Ekstrem Awal Tahun, BPBD Pasangkayu Siagakan Personel 24 Jam
Tribun-Sulbar.com/Taufan
CUACA EKSTREM-Arhamuddin, Kalaksa BPBD Pasangkayu, bersama jajarannya, saat diwawancarai di kantor BPBD Pasangkayu, Selasa (6/1/2026). Menghadapi cuaca ekstrem, BPBD Pasangkayu siagakan personel 24 jam. 

Ringkasan Berita:
  • BPBD Pasangkayu mengaktifkan posko siaga darurat dan menyiagakan personel 24 jam guna mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem awal 2026.
  • Wilayah pesisir Pasangkayu menjadi daerah rawan, dengan ancaman gelombang tinggi dan angin kencang yang berisiko bagi nelayan dan aktivitas masyarakat pantai.
  • BPBD mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, menghindari aktivitas di laut saat cuaca buruk, serta menggunakan alat keselamatan seperti rompi pelampung saat melaut.

 

TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Menghadapi potensi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Pasangkayu pada awal tahun 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasangkayu telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi sesuai dengan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Pantauan Tribun-Sulbar.com, Selasa (6/1/2026), BPBD Pasangkayu tetap mengaktifkan posko siaga darurat bencana di kantor BPBD setempat.

Sejumlah personel disiagakan selama 24 jam untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem.

Baca juga: 18 Ton Sampah Menumpuk di Kompleks Pasar Wonomulyo Polman

Kepala Pelaksana BPBD Pasangkayu, Arhamuddin, mengatakan pihaknya telah menyiapkan personel yang selalu siap siaga bersama lintas sektor terkait, guna memastikan respons cepat apabila terjadi keadaan darurat di lapangan.

“Kami tetap siaga dengan kapasitas yang kami miliki. Ketika ada laporan dari masyarakat, kami langsung turun ke lapangan untuk melakukan penanganan,” tegas Arhamuddin saat ditemui di kantor BPBD Pasangkayu.

Ia menjelaskan, cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di wilayah Pasangkayu meliputi gelombang tinggi disertai angin kencang, terutama di wilayah pesisir. 

Kondisi ini dinilai cukup berisiko bagi aktivitas masyarakat, khususnya nelayan dan warga yang beraktivitas di sekitar pantai.

Menurut Arhamuddin, wilayah yang masuk kategori rawan berada di sepanjang pesisir pantai Kabupaten Pasangkayu. 

Oleh karena itu, BPBD terus melakukan pemantauan perkembangan cuaca serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan.

Lebih lanjut, Arhamuddin mengimbau seluruh masyarakat Pasangkayu agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba. 

Ia meminta warga untuk menghindari aktivitas di wilayah pesisir pantai apabila kondisi ombak sedang tinggi.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, agar lebih berhati-hati jika harus melaut. Perhatikan kondisi cuaca sebelum berangkat dan jangan memaksakan diri jika cuaca tidak memungkinkan,” ujarnya.

Selain itu, Arhamuddin juga mengingatkan pentingnya penggunaan alat keselamatan saat beraktivitas di laut. 

Nelayan diminta untuk selalu mengenakan rompi pelampung dan perlengkapan keselamatan lainnya sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kondisi darurat.

“Penggunaan alat keselamatan seperti rompi pelampung sangat penting, karena dapat membantu keselamatan ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di laut,” pungkasnya.

BPBD Pasangkayu berharap dengan kesiapsiagaan personel dan kesadaran masyarakat, potensi risiko bencana akibat cuaca ekstrem dapat diminimalisir.(*)

Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan

Sumber: Tribun sulbar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved