Jumat, 22 Mei 2026

Bahtiar Diperiksa Kejati

Bahtiar Baharuddin: Terseret Korupsi Bibit Nanas di Sulsel, Program Kavendish di Sulbar Gagal

Petani di Bonehau kecewa karena ribuan pohon pisang Cavendish yang ditanam justru berujung sia-sia.

Tayang:
Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Bahtiar Baharuddin: Terseret Korupsi Bibit Nanas di Sulsel, Program Kavendish di Sulbar Gagal
HUMAS PEMPROV SULBAR
PANEN PISANG CAVENDISH - Pj Gubernur Sulbar Bahtiar Baharuddin memanen hasil perkebunan Pisang Cavendish di lahan hortikultura kompleks Kantor Gubernur Sulbar, Jumat (31/1/2025). Bahtiar mengajak masyarakat memanfaatkan potensi lahan untuk dukung swasembada pangan. 

TRIBUN-SULBAR.COM – Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Bahtiar Baharuddin, dicegah ke luar negeri terkait dugaan korupsi pengadaan bibit nanas senilai Rp 60 miliar di Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Dugaan korupsi tersebut terjadi saat Bahtiar Baharuddin menjabat sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel.

Pria kelahiran Bone, Sulsel, itu telah diperiksa selama 10 jam oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel.

Ia menjabat sebagai Pj Gubernur Sulsel mulai 5 September 2023 hingga Mei 2024.

Baca juga: Janji Manis Cavendish Berujung Pahit: Petani Bonehau Mamuju Merugi Akibat Program Bahtiar Baharuddin

Baca juga: PROFIL dan Karir Jabatan Bahtiar Mantan Pj Gubernur Sulbar Terseret Korupsi Bibit Nanas Rp 60 Miliar

Selanjutnya, Bahtiar dipindahkan ke Sulawesi Barat (Sulbar) untuk menjabat sebagai Pj Gubernur.

Di Sulbar, Bahtiar kembali menggencarkan program yang sama seperti di Sulsel, yakni pengadaan bibit dan program penanaman pisang Cavendish.

Bahtiar gencar melakukan penanaman di berbagai daerah.

Tak hanya pisang, Bahtiar juga mendorong penanaman bibit sukun.

Namun belakangan, banyak petani mengaku kecewa dengan program pisang Cavendish yang merupakan kelanjutan program dari Sulsel ke Sulbar.

Petani di Bonehau kecewa karena ribuan pohon pisang Cavendish yang ditanam justru berujung sia-sia.

Hasil panen petani tidak memiliki kejelasan pasar.

Melalui media sosial Facebook, seorang petani bernama Hesty Sidaya menyampaikan kekecewaan mendalam.

Dengan nada emosional, ia mengungkapkan kerugian besar yang dideritanya.

Lokasi kebun tersebut berada di Dusun Tambalino, Desa Hinua, Kecamatan Bonehau, Kabupaten Mamuju, Sulbar.

Modal awal yang dikeluarkan tidak sedikit.

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved