Mamuju Tengah
Implementasi Satu Data Indonesia di Mateng: Bakal Jadi Tolok Ukur Kinerja OPD
Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan penting sebelum pelaksanaan forum Satu Data Indonesia.
Penulis: Sandi Anugrah | Editor: Abd Rahman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/fewfewfe.jpg)
Ringkasan Berita:
- Diskominfostatisper Mamuju Tengah menggelar rapat koordinasi implementasi Satu Data Indonesia. Kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi antar OPD dalam pengelolaan data pembangunan.
- Pemkab Mamuju Tengah mulai menyiapkan implementasi program Satu Data Indonesia. Rapat koordinasi ini menjadi langkah awal penyusunan rencana aksi pengelolaan data selama satu tahun ke depan.
- Rapat koordinasi Satu Data Indonesia digelar di Kantor Diskominfostatisper Mamuju Tengah. Kegiatan ini diikuti sejumlah OPD
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfostatisper) Kabupaten Mamuju Tengah menggelar Rapat Koordinasi Implementasi Penyelenggaraan Satu Data Indonesia.
Kegiatan berlangsung di ruang rapat kantor, Jl Daengna Maccerinnai, Dusun Benteng, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Senin (9/3/2026).
Tujuannya, menyamakan persepsi antar perangkat daerah dalam pengelolaan data.
Baca juga: Pemkab Pasangkayu Pastikan Anggaran THR 2026 Terpisah dari Gaji ASN, PPPK Paruh Waktu Juga Terima?
Baca juga: Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri, Istri, Anak, hingga Perwakilan
Kepala Diskominfostatisper Mamuju Tengah, Hajay, menjelaskan, rapat koordinasi tersebut merupakan langkah strategis dalam mengimplementasikan Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan penting sebelum pelaksanaan forum Satu Data Indonesia.
Dimana, data ini nantinya, menjadi acuan utama dalam penyusunan program di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah.
Pernyataan serupa disampaikan oleh Kepala Bidang Statistik Diskominfostatisper, Dai Sofiyah.
Ia menekankan, kegiatan ini wajib dilaksanakan sebagai fondasi awal dalam penyelenggaraan Satu Data Indonesia.
Dalam rapat ini, OPD hadir dituntut untuk benar-benar memahami data apa saja yang perlu disiapkan serta menentukan prioritas data yang akan digunakan dalam penyelenggaraan Satu Data Indonesia ke depannya.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Mamuju Tengah, Aan Setyawan, menambahkan, rapat koordinasi ini diinisiasi untuk menyusun rencana aksi Satu Data Indonesia di wilayah tersebut selama satu tahun ke depan.
"Kegiatan ini diharapkan dapat merencanakan langkah-langkah konkret dalam mewujudkan Satu Data Indonesia di Mamuju Tengah," ucapnya.
Harapannya, seluruh data sektoral, terutama dari para produsen data di daerah ini, dapat terkumpul menjadi satu kesatuan.
Tentunya, data terintegrasi sangat penting dan dibutuhkan dalam perencanaan dan evaluasi pembangunan di Kabupaten Mamuju Tengah.
Lebih lanjut, dari rangkaian kegiatan ini akan dihasilkan dua indeks penting.
| 42 Pengurus DWP Mamuju Tengah Dikukuhkan, Siap Bersinergi Dukung Program Pemerintah |
|
|---|
| Wakil Bupati Askary Sebut Dharma Wanita Persatuan Harus Berkolaborasi Siapkan Generasi Emas 2045 |
|
|---|
| Daftar Tarif Kurir di Mamuju Tengah di Tengah Isu Pembatasan BBM, Mulai Rp5 Ribu hingga Rp300 Ribu |
|
|---|
| Turnamen Tembak-tembakan Berhadiah Jutaan Rupiah di Topoyo, Ada Kelas Anak-anak |
|
|---|
| Pelaku UMKM Tetap Gunakan Jasa Kurir Meski Ada Pembatasan BBM dan Kenaikan Harga Plastik |
|
|---|