Rabu, 20 Mei 2026

Pemkab Mateng

Tak Ada yang Dibiarkan, Disdikbud Mateng Mulai Evaluasi Bulanan dari Sekolah hingga Dinas

Kepala Disdikbud Mateng, Marhuding, mengatakan siklus evaluasi dimulai setiap tanggal 4 setiap bulan dengan

Tayang:
Penulis: Sandi Anugrah | Editor: Abd Rahman
zoom-inlihat foto Tak Ada yang Dibiarkan, Disdikbud Mateng Mulai Evaluasi Bulanan dari Sekolah hingga Dinas
sandi anugrah
SISTEM SPMB - Plt Kepala Dinas Pendidikan Mateng, Marhuding saat ditemui di Kantornya, Jl Abdul Madjid Pattaropura, Desa Topoyo, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Selasa (25/2/2025). Ia menjelaskan pihaknya belum menerima regulasi resmi terkait SPMB. (Sandi/Tribun) 

Ringkasan Berita:
  • Disdikbud Mamuju Tengah menerapkan evaluasi bulanan berjenjang untuk memperketat akuntabilitas kinerja pengawas, kepala sekolah, hingga kepala bidang.
  • Evaluasi dimulai setiap tanggal 4 dengan presentasi pengawas sekolah, lalu ditindaklanjuti rapat evaluasi internal pada tanggal 5 setiap bulan.
  • Sistem ini bertujuan menciptakan budaya kerja terukur dan meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan di Mamuju Tengah.

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) resmi menerapkan sistem evaluasi bulanan berjenjang guna memperketat akuntabilitas dan kinerja seluruh jajaran.

Evaluasi ini menyasar pengawas sekolah, kepala sekolah, hingga kepala bidang di internal dinas, sebagai upaya memastikan peningkatan kualitas pendidikan melalui pemantauan yang terstruktur dan berkelanjutan.

Kepala Disdikbud Mateng, Marhuding, mengatakan siklus evaluasi dimulai setiap tanggal 4 setiap bulan dengan mengumpulkan seluruh pengawas sekolah.

Baca juga: Akses 8 Desa Terancam, PUPR Mateng Gunakan Cerucuk Bambu Tangani Jalan Amblas di Tobadak

Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11, Drama Sekadar Imajinasi Angkat Isu Korupsi

“Setiap tanggal 4 kami undang seluruh pengawas untuk memaparkan hasil supervisi dan pengawasannya di sekolah binaan,” ujar Marhuding saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (5/2/2026).

Sebanyak 17 pengawas jenjang PAUD, SD, dan SMP diwajibkan mempresentasikan hasil pemantauan menggunakan instrumen yang telah disusun. Setiap pengawas rata-rata membina sekitar 10 sekolah.

Melalui laporan tersebut, kinerja kepala sekolah dan guru dapat dipantau secara menyeluruh, mulai dari proses pembelajaran hingga perencanaan kegiatan sekolah.

“Semua terpotret jelas dalam laporan pengawas,” jelasnya.

Hasil temuan dan rekomendasi pengawas kemudian dibahas dalam rapat evaluasi bersama seluruh kepala bidang Disdikbud Mateng setiap tanggal 5.

“Jika ditemukan masalah, misalnya guru kurang disiplin, langsung ditindaklanjuti sesuai rekomendasi pengawas. Tidak ada yang dibiarkan,” tegas Marhuding.

Selain evaluasi di tingkat sekolah, evaluasi internal juga diterapkan kepada seluruh kepala bidang berdasarkan program kerja tahunan yang telah ditetapkan sejak Januari.

“Setiap bulan kami cek apakah program berjalan dan apa output-nya. Evaluasi tidak hanya soal aktivitas, tapi juga hasil yang dicapai,” ungkapnya.

Ia menegaskan, setiap target kerja bersifat terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kalau targetnya 10 dokumen perencanaan, kami pastikan apakah tercapai. Jika tidak, dicari penyebab dan solusinya,” tambahnya.

Menurut Marhuding, sistem evaluasi berjenjang ini bertujuan membangun budaya kerja yang terukur dan bertanggung jawab di seluruh lini.

Dengan evaluasi rutin setiap bulan, kinerja dapat dikontrol lebih ketat dan kualitas pendidikan di Mamuju Tengah diharapkan meningkat secara berkelanjutan.

Penerapan sistem ini menjadi perhatian sebagai upaya serius pemerintah daerah dalam meningkatkan transparansi dan efektivitas tata kelola pendidikan. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Sandi Anugrah

Sumber: Tribun sulbar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved