Natal 2025
Musik Bambu Mamasa Warnai Perayaan Natal di Gereja Tobadak Mamuju Tengah
Irama dihasilkan berasal dari perpaduan unik antara melodi seruling horizontal (suling) dan dentuman bass (pompang).
Penulis: Sandi Anugrah | Editor: Ilham Mulyawan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/perayaan-natal-di-Mamuju-tengah.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Musik bambu Mamasa mewarnai perayaan Natal di Gereja Tobadak, Klasis Tobadak Raya, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Minggu (21/12/2025).
Seni tradisional khas Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat ini menyemarakkan perayaan dengan irama khidmat dan penuh sukacita.
Kepala Desa Tobadak, Kornelius, mengatakan, kehadiran musik bambu Mamasa merupakan wujud kegembiraan masyarakat dalam menyambut kelahiran Kristus.
Baca juga: BREAKING NEWS: Pengepul Barang Bekas Ditemukan Tewas di Sekitar Arteri Mamuju
Baca juga: Mahasiswa UT Majene Dirikan Spot Foto dan Ayunan di Pantai Batu Karang Pasangkayu Tarik Wisatawan
"Kehadiran musik bambu Mamasa adalah bentuk suka cita menyambut perayaan Natal 2025," ujarnya ditemui di gereja Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Mateng, Minggu (21/12/2025).
Menurutnya, hal ini menunjukkan harmonisasi antara nilai-nilai iman dan pelestarian identitas budaya.
Musik Bambu Mamasa sendiri merupakan kesenian tradisional dimainkan dengan ansambel alat musik dari bambu, terutama Suling Pompang.
Irama dihasilkan berasal dari perpaduan unik antara melodi seruling horizontal (suling) dan dentuman bass (pompang).
Upacara Adat
Kesenian ini awalnya identik dengan berbagai upacara adat masyarakat Mamasa, baik dalam acara syukuran (Rambu Tuka') maupun kedukaan (Rambu Solo).
Dalam perkembangannya, musik ini kini sering ditampilkan di berbagai acara festival dan perayaan besar.
Tidak hanya penampilan musik bambu, perayaan Natal di Gereja Tobadak juga dimeriahkan oleh kehadiran berbagai kontingen jemaat dari seluruh wilayah Klasis Tobadak Raya.
"Ini menjadi momen pemersatu dan wadah silaturahmi antarumat," ungkap Kornelius.
Ia juga menambahkan, perpaduan antara makna spiritual Natal dengan pelestarian seni budaya lokal memperkaya makna perayaan.
Selain itu, menguatkan jati diri masyarakat dalam keberagaman. (*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Sandi Anugrah
| Kemenag Sulbar Ajak Masyarakat Hormati Perbedaan, Kerukunan Jadi Fondasi Kemajuan |
|
|---|
| Khidmat dan Penuh Sukacita, Natal PKP GBK Digelar di Desa Kalola Pasangkayu |
|
|---|
| Peringatan Natal di Tobadak Mateng Wakil Bupati Askary Sebut Momentum Eratkan Tali Persaudaraan |
|
|---|
| Prihatin Banyak Kejadian di Indonesia Gereja Bukti Sion Mamuju Angkat Tema Keluarga Momentum Natal |
|
|---|