Gempa Palu
Pasca-Gempa M 6,7, Banyak Pasien RSUD Sulbar Trauma dan Minta Pulang Lebih Cepat
Merespons permintaan tersebut, manajemen RSUD Sulbar mengambil kebijakan yang fleksibel namun tetap mengutamakan
Penulis: Suandi | Editor: Abd Rahman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Rumah-Sakit-Umum-Daerah-RSUD-Provinsi-Sulawesi-Barat-Sulbar-mengevakuasi-seluruh-pasien.jpg)
Ringkasan Berita:
- Trauma gempa membuat sejumlah pasien di RSUD Provinsi Sulbar memilih pulang lebih awal. Rumah sakit mengizinkan dengan syarat kondisi pasien dinyatakan stabil oleh dokter.
- Usai evakuasi akibat gempa M 6,7, beberapa pasien RSUD Sulbar enggan kembali ke ruang perawatan karena takut gempa susulan dan meminta dipulangkan.
- RSUD Sulbar menerapkan kebijakan fleksibel pascagempa dengan mengutamakan keselamatan pasien, sementara keluarga diminta tetap tenang dan mengikuti arahan petugas.
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Kepanikan akibat gempa bumi Magnitudo 6,7 yang terasa di Kabupaten Mamuju memicu trauma bagi sejumlah pasien yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).
Akibat enggan kembali masuk ke dalam gedung karena takut akan potensi gempa susulan, beberapa pasien meminta pihak rumah sakit untuk memulangkan mereka lebih awal.
Hal tersebut dibenarkan Kepala Bidang Penunjang RSUD Provinsi Sulbar, Bahtiar.
Baca juga: Ini Doa Ketika Gempa Bumi Terjadi agar Diberi Perlindungan Allah SWT
Baca juga: Gempa 6,7 Magnitudo Guncang Palu, Warga di Polman Ikut Rasakan Getarannya
Menurutnya, setelah proses evakuasi ke halaman luar selesai dilakukan, beberapa pasien dan pihak keluarga langsung mengisyaratkan keinginan untuk pulang ke rumah masing-masing.
"Tadi ada beberapa pasien yang mengisyaratkan untuk mau dibawa pulang untuk sementara," ungkap Bahtiar saat ditemui di area titik kumpul evakuasi RSUD Sulbar, Selasa (16/6/2026).
Diizinkan Pulang jika Kondisi Stabil
Merespons permintaan tersebut, manajemen RSUD Sulbar mengambil kebijakan yang fleksibel namun tetap mengutamakan prosedur keselamatan medis.
Pihak rumah sakit mengizinkan pasien pulang dengan catatan harus melalui koordinasi dan penilaian klinis dari dokter atau penanggung jawab ruangan.
"Saya sarankan untuk instruksinya masing-masing PJPJ (Penanggung Jawab Pelayanan) ruangan yang bertugas saat ini berkoordinasi dulu langsung. Kalau memang bisa dipulangkan (kondisinya stabil), ya pasiennya langsung dipulangkan," terang Bahtiar.
Di area luar rumah sakit, tampak beberapa keluarga pasien mulai mengemas barang-barang mereka ke dalam tas jinjing dan kantong plastik besar.
Di sisi lain, proses evakuasi mandiri masih terlihat di mana pihak keluarga bergotong-royong bersama perawat mendorong ranjang pasien melintasi jalur berbatu di sekitar area luar gedung menuju tempat yang lebih aman.
Imbauan Agar Keluarga Tidak Panik Berlebihan
Bahtiar mengimbau kepada seluruh keluarga pasien untuk tetap tenang dan mengikuti seluruh instruksi dari petugas keamanan serta tenaga medis di lapangan.
Pihak rumah sakit berharap penempatan pasien di titik kumpul terbuka ini dapat memberikan rasa aman.
"Untuk mengurangi rasa takut, agar tidak panik berlebihan, jadi kami sarankan instruksi saat ini dari pihak rumah sakit agar berkumpul untuk sementara di titik kumpul yang sudah disediakan," pungkasnya.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi
| Gempa 6,7 di Palu Terasa di Gorontalo, Sulbar Hingga Parepare Sulsel |
|
|---|
| Gempa 6,7 Magnitudo Guncang Palu, Warga di Polman Ikut Rasakan Getarannya |
|
|---|
| RSUD Sulbar Evakuasi 100 Pasien ke Tenda Darurat, Pelayanan Medis Dialihkan ke Luar Gedung |
|
|---|
| Imbau BPBD Sulbar Pascagempa Magnitudo 6,7 Palu Terasa hingga Mamuju |
|
|---|
| Gempa 6,7 Magnitudo Guncang Palu Jembatan III Dikabarkan Retak Walikota Perintahkan Tutup Segera |
|
|---|