Mamuju
Curhat Pedagang Kecil di Mamuju, Semua Bahan Naik dan Usaha Makin Berat
Kenaikan harga itu membuat dirinya terpaksa menyesuaikan harga jual dagangan agar usaha tetap berjalan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/HARGA-BAHAN-GORENGAN.jpg)
Ringkasan Berita:
- Pedagang gorengan di Mamuju mengeluhkan kelangkaan minyak goreng yang membuat biaya produksi meningkat.
- Harga Minyakita naik dari Rp17 ribu menjadi Rp25 ribu per liter, disertai kenaikan bahan baku lain seperti kol dan plastik.
- Demi mempertahankan usaha, pedagang terpaksa menaikkan harga jual dan berharap pasokan serta harga segera stabil.
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Kelangkaan minyak goreng mulai memberi tekanan kepada pelaku usaha kecil di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Tidak hanya sulit diperoleh, harga minyak goreng juga mengalami kenaikan yang berdampak langsung pada biaya produksi pedagang.
Kondisi tersebut dirasakan Juminten (60), pedagang gorengan yang mengaku kesulitan mendapatkan stok minyak goreng dalam beberapa hari terakhir.
Menurutnya, harga minyak goreng merek Minyakita yang sebelumnya berada di kisaran Rp17 ribu per liter kini naik hingga Rp25 ribu per liter.
Baca juga: Ramalan Dua Shio Besok, Kuda Jangan Terburu-buru, Anjing Saatnya Atur Prioritas
Baca juga: Kronologi Pasutri di Mamuju Cekcok hingga Suami Nekat Minum Racun, Cemburu Istri Diduga Selingkuh
Kenaikan harga itu membuat dirinya terpaksa menyesuaikan harga jual dagangan agar usaha tetap berjalan.
Tahu isi yang sebelumnya dijual Rp1.000 per biji kini dijual Rp5.000 untuk empat biji.
Namun menurut Juminten, persoalan yang dihadapi bukan hanya kenaikan harga minyak goreng.
Sejumlah kebutuhan produksi lain juga ikut naik, mulai dari harga kol hingga bahan kemasan yang digunakan setiap hari.
“Harga kol naik dari sekitar Rp8 ribu per kilogram menjadi Rp15 ribu per kilogram. Plastik juga naik. Semua serba mahal,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (12/6/2026).
Juminten mengaku harus menghitung ulang biaya produksi agar usahanya tetap bisa bertahan di tengah kenaikan harga bahan baku.
Ia mengatakan keputusan menaikkan harga jual bukan pilihan yang mudah karena ada kekhawatiran pelanggan akan mengurangi pembelian.
Meski begitu, menurutnya langkah tersebut terpaksa diambil agar usaha yang dijalankan tetap berjalan dan tidak mengalami kerugian.
Selain harga yang naik, ia juga menghadapi keterbatasan pembelian minyak goreng di sejumlah tempat yang membatasi penjualan maksimal dua liter per pembeli.
Juminten berharap pasokan minyak goreng segera kembali normal dan harga kebutuhan pokok dapat lebih stabil sehingga pelaku usaha kecil tidak semakin terbebani.
“Semoga ada solusi dari pemerintah dan harga-harga bisa kembali normal,” tuturnya.
| Harga Minyak dan Bahan Pokok Naik Bersamaan, Pedagang Gorengan di Mamuju Tertekan |
|
|---|
| Dituduh Aniaya Anak Sambung di Tapalang Mamuju, Ibu Tiri Bantah: Saya Difitnah |
|
|---|
| Bocah 12 Tahun di Tapalang Alami Luka Cakar usai Dianiaya Ibu Tiri, Ibu Kandung Lapor Polisi |
|
|---|
| BPBD Mamuju Tengah Tebang Pohon Rawan Tumbang di Barakkang, Warga Lega |
|
|---|
| Isak Tangis Jemaah Haji Mamuju, Pulang dari Tanah Suci Disambut Duka Suami Wafat |
|
|---|