Minggu, 12 April 2026

Mamasa

IDUP Mamasa Rawat Identitas Budaya Lewat Pagelaran Musik Tradisional

Acara ini bukan sekadar hiburan. Pagelaran juga menjadi ruang pertemuan bagi seniman, pelaku budaya, generasi muda, dan masyarakat umum.

Tayang:
Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto IDUP Mamasa Rawat Identitas Budaya Lewat Pagelaran Musik Tradisional
Istemewa/Frendy
MUSIK TRADISIONAL - Pagelaran Musik Tradisional di Lapangan Tennis Mamasa, Sabtu (13/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • IDUP Mamasa menggelar Pagelaran Musik Tradisional untuk merawat dan melestarikan identitas budaya leluhur di tengah modernisasi.
  • Acara tidak hanya berupa pertunjukan, tetapi juga diisi workshop untuk mengedukasi generasi muda dan melibatkan berbagai sanggar seni serta komunitas lokal.
  • Kegiatan mendapat apresiasi dan dukungan dari Pemerintah Daerah, yang berharap event serupa terus dikembangkan untuk menjaga keberlanjutan warisan musik tradisional Mamasa.

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Komunitas Ikatan Duta Pariwisata (IDUP) Mamasa menggelar Pagelaran Musik Tradisional. Acara ini bertujuan merawat warisan budaya leluhur.

Kegiatan bertema “Merawat Identitas, Menggema Nada Leluhur” itu digelar di Lapangan Tennis Mamasa, Sabtu (13/12/2025).

Berbagai sanggar seni yang secara konsisten menjaga eksistensi musik tradisional Mamasa tampil pada event budaya tersebut.

Alat musik khas seperti Pompang, suling, Tulali Bonde’ Tandilo’, dan gendang tradisional mengalun harmonis. Iramanya memikat warga yang memadati lokasi.

Baca juga: Bawa Materi di Retreat Pemkab Mamasa, Junda Dorong Birokrasi Kompak dan Kolaboratif

Acara ini bukan sekadar hiburan. Pagelaran juga menjadi ruang pertemuan bagi seniman, pelaku budaya, generasi muda, dan masyarakat umum.

IDUP Mamasa berupaya memperkuat eksistensi musik tradisional. Tujuannya agar tetap hidup di tengah arus modernisasi.

Kegiatan ini didukung Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVIII.

Berbagai komunitas dan pegiat seni lokal Mamasa juga turut bekerja sama.

Ketua Panitia, Brylian Tiara Mangumban, berharap acara ini memberi pemahaman mendalam. Bukan hanya jadi tontonan seremonial belaka.

"Kami ingin inspirasi generasi muda untuk mencintai dan melestarikan warisan leluhur. Musik tradisional sebagai  identitas warga Mamasa," ujar Brylian.

Selain pagelaran, panitia menyelenggarakan workshop musik tradisional.

Workshop menjadi ruang belajar bagi generasi muda untuk menjaga keberlanjutan warisan.

Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, hadir dan memberi apresiasi. Ia berharap kegiatan serupa terus dikembangkan ke depan.

"Kegiatan ini harus melibatkan seluruh komunitas dan sanggar seni tradisional di Kabupaten Mamasa," tutur Bupati.

Pagelaran musik tradisional ini tidak hanya memperkuat kebanggaan masyarakat Mamasa terhadap warisan leluhur.

Tetapi juga menegaskan bahwa musik tradisional tetap relevan, bermakna, dan memiliki peran penting bagi kehidupan masa kini dan masa depan. (*)

Sumber: Tribun sulbar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved