Kamis, 4 Juni 2026

Pakar Hadis Tarbawi Hadir Halalbihalal Muhammadiyah Sulbar Ungkap Sejarah Persyarikatan di Mandar

Acara ini dihadiri lebih dari 500 warga, simpatisan, serta tokoh penting. Tampak hadir Sekda Provinsi Sulbar, Dr. Junda Maulana mewakili Gubernur

Tayang:
Editor: Ilham Mulyawan
zoom-inlihat foto Pakar Hadis Tarbawi Hadir Halalbihalal Muhammadiyah Sulbar Ungkap Sejarah Persyarikatan di Mandar
Tribun-Sulbar.com/Farhanuddin
Sambutan Sekda Sulbar - Sekprov Sulbar, Dr. Junda Maulana menyampaikan sambutan halal bi halal Muhammadiyah Aiysyiyah Sulbar, 05/4 

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) dan Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Sulawesi Barat menggelar Halalbihalal 1447 H dengan nuansa yang istimewa. 

Tak sekadar silaturahmi, pertemuan yang berlangsung di Aula BPMP Sulbar, Rangas, Majene, Minggu (5/4/2026) ini juga menjadi momen refleksi sejarah masuknya Muhammadiyah ke tanah Mandar.

Acara ini dihadiri lebih dari 500 warga, simpatisan, serta tokoh penting. Tampak hadir Sekda Provinsi Sulbar, Dr. Junda Maulana mewakili Gubernur, Ketua PWM Sulbar Dr. KH. Wahyun Mawardi, Ketua PWA Sulbar Hj. Sunarti Marlianti, Kepala BPMP Sulbar Dr. Haksan Darmawan, Rektor Unimaju Dr. Muhammad Tahir, serta Rektor ITBM Nursahdi Saleh.

Baca juga: Tingkatkan Kualitas Tutor UT Majene Dapat Pembekalan 2 Pakar Nasional Selama 3 Hari

Baca juga: Lakalantas di Mateng Ertiga Dihantam Pick Up Pengangkut Ayam yang Tiba-tiba PIndah Jalur

Pesan Silaturahmi dari Pakar Hadis Tarbawi hadir sebagai penceramah utama, Guru Besar bidang Ilmu Hadis Tarbawi, Prof. Dr. KH. Mahsyar Idris, M.Ag. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan bahwa merawat silaturahmi adalah fondasi utama kebaikan umat.

"Silaturahmi dalam bentuk tradisi Halalbihalal atau Syawalan adalah hal penting dan merupakan tradisi yang sangat baik untuk menjaga kohesi umat," tutur Prof. KH. Mahsyar.

Meski dalam kondisi fisik yang kurang fit sehingga harus menyampaikan ceramah sambil duduk, semangat beliau tetap terpancar kuat saat memberikan siraman rohani kepada ratusan jamaah yang memadati ruangan.

Menelusuri Jejak Sejarah di Tahun 1928
Hal menarik terungkap saat Ketua Panitia, Dr. Farhanuddin, menyampaikan laporannya. Ia memaparkan perspektif historis yang memberi makna mendalam bagi keberadaan Muhammadiyah di Bumi Malaqbiq.

Berdasarkan riset ilmiah, termasuk artikel karya Ridwan Alimuddin dengan sub-judul "Muhammadiyah di Mandar: Sebuah Revolusi Keagamaan", terungkap bahwa persyarikatan ini telah hadir di Mandar sejak era sebelum kemerdekaan.

Dalam artiket Ridwan itu, dituliskan bahwa di tahun 1928: Muhammadiyah pertama kali berdiri di Mandar, tepatnya di Majene, kemudian di tahun 1932 Menyusul kemudian pendirian cabang di Tinambung.

"Halalbihalal kali ini memiliki nilai historis yang kuat. Mengingat Muhammadiyah sudah ada di Majene sejak 1928, fakta ini harus menjadi motivasi untuk terus memajukan kualitas keumatan, terutama di bidang pendidikan dan sosial," tegas Dr. Farhanuddin.

Aksi Nyata Pendidikan dan Aset

Sebagai bentuk komitmen nyata dalam memajukan pendidikan, PWM Sulbar menyerahkan bantuan sebesar Rp 10 juta kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Majene. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi dukungan pembangunan SD Muhammadiyah Unggulan yang berfokus pada bidang sains dan tahfidz.

Penyerahan dilakukan oleh Dr. KH. Wahyun Mawardi kepada Ketua PDM Majene, Ust. Darmawan Hafied. Bantuan juga disampaikan LazisMU Sulbar.

Acara juga diisi dengan penyerahan sertifikat aset tanah Muhammadiyah oleh perwakilan BPN Polman dan BPN Majene kepada Ketua PWM Sulbar, sebagai langkah penting dalam tertib administrasi dan pengamanan aset persyarikatan di Sulawesi. (*)

Sumber: Tribun sulbar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved