Nelayan Hilang
Hingga Hari ke Lima Nelayan Hilang di Perairan Majene Belum Ditemukan,Pencarian Diperluas 50 Mil
Muh Rifai adalah warga Desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene, hilang saat hendak melaut mencari ikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/EFLJEQFL.jpg)
Ringkasan Berita:
- Pencarian nelayan Muh. Rifai (32) yang jatuh dari kapal di Perairan Majene memasuki hari kelima, dengan area diperluas hingga 50 mil laut.
- Operasi SAR melibatkan tim gabungan dari TNI AL, Polsek, BPBD, Mapala Unsulbar, dan masyarakat, menggunakan perahu karet, RIB, serta peralatan navigasi dan medis.
- Hingga Senin sore, korban belum ditemukan; pencarian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan Selasa (3/2/2026).
TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE – Hingga hari ke lima pencarian nelayan bernama Muh Rifai (32) hilang di perarian Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) belum ditemukan, Senin (2/2/2026).
Muh Rifai adalah warga Desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene, hilang saat hendak melaut mencari ikan.
Korban dilaporkan hilang saat perahu miliknya ditemukan tanpa awak di pesisir pantai di Majene beberapa waktu lalu.
Tim SAR pun langsung bergerak ke lokasi mencari keberadaan korban, namun hingga hari ke lima pencarian dan kini masuk hari ke enam korban belum juga ditemukan.
Baca juga: Pemkab Mamuju Tengah Gelar Rakor, Perkuat Sinergi Pelayanan Publik
Baca juga: Tak Terima Bokongnya Dipegang, Wanita di Manado Siram Staf Khusus Gubernur Sulut di Warung Makan
Kepala Basarnas Mamuju, Mahmud Affandi mengatakan, Operasi SAR yang digelar Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Mamuju dimulai pukul 07.00 WITA dengan membagi tim menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU).
" Di hari ke lima, area pencarian diperluas hingga 50 mil laut untuk memaksimalkan upaya menemukan korban," kata Mahmud dalam keterangan resminya diterima Tribun-Sulbar.com, Selasa (3/2/2026)
Hingga pukul 18.00 WITA, tim SAR gabungan belum menemukan tanda keberadaan korban. Operasi hari kelima dihentikan sementara dan akan dilanjutkan Selasa (3/2/2026) pukul 07.00 WITA.
Kata dia Operasi SAR melibatkan unsur TNI AL, Polsek Tubo Sendana, BPBD Majene, Mapala Unsulbar, Pos Siaga SAR Majene, serta masyarakat setempat.
Sarana yang digunakan antara lain perahu karet, Rigid Inflatable Boat (RIB), kendaraan operasional, serta peralatan navigasi, komunikasi, medis, dan evakuasi.
Cuaca di wilayah pencarian terpantau cerah berawan dengan angin 1–20 km/jam, relatif mendukung jalannya operasi.
Pihak Kansar Mamuju menegaskan, pencarian akan terus dilanjutkan dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel SAR yang terlibat.(*)
| 7 Hari Pencarian Tak Membuahkan Hasil, Nelayan di Majene Dinyatakan Hilang |
|
|---|
| Cuaca Buruk Hambat Pencarian Nelayan Hilang di Majene, Hari ke 6 Masih Nihil |
|
|---|
| Hari Ketiga Pencarian, Nelayan Majene yang Hilang di Laut Belum Ditemukan, Pencarian Diperluas |
|
|---|
| Nelayan Majene Hilang di Lautan Perahunya Ditemukan Terdampar SAR Terjunkan Tim Cari Korban |
|
|---|
| Delapan Hari Tidak Ditemukan, Pencarian Nelayan Hilang di Karossa Dihentikan |
|
|---|