Kamis, 28 Mei 2026

Keracunan MBG

Polisi Selidiki Keracunan MBG Balita dan Ibu Hamil di Sendana Majene

pihak berwenang menegaskan bahwa penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari instansi terkait.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Ilham Mulyawan
zoom-inlihat foto Polisi Selidiki Keracunan MBG Balita dan Ibu Hamil di Sendana Majene
Tribun-Sulbar.com/Polres Majene
Siswi Keracunan MBG - Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Sendana bergerak cepat menyikapi adanya puluhan warga yang berdatangan ke Puskesmas Sendana II dengan keluhan muntah-muntah dan sakit perut, yang diduga akibat keracunan makanan. Peristiwa tersebut terjadi sejak Senin malam (12/1/2026) sekitar pukul 20.30 Wita dan masih dalam penanganan hingga Selasa (13/1/2026). Polsek Sendana yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Sendana AKP H. Ashari 

Ringkasan Berita:Data Korban dan Gejala
Jumlah Korban: Sebanyak 37 orang (berdasarkan data sementara).
 
Gejala: Mual-mual, muntah, dan nyeri perut hebat.
 
Kondisi: Seluruh pasien sedang menjalani perawatan intensif dari tenaga kesehatan.
 
3. Dugaan Sumber Keracunan
Sumber: Diduga berasal dari makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
 
Penyalur: Yayasan Kreatif Jaya Perdana Bangsa yang berlokasi di Desa Bonde-Bonde, Kecamatan Tubo Sendana.

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Sendana bergerak cepat menyikapi adanya puluhan warga yang berdatangan ke Puskesmas Sendana II dengan keluhan muntah-muntah dan sakit perut, yang diduga akibat keracunan makanan. 

Peristiwa tersebut terjadi sejak Senin malam (12/1/2026) sekitar pukul 20.30 Wita dan masih dalam penanganan hingga Selasa (13/1/2026).

Polsek Sendana yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Sendana AKP H. Ashari, S.Pd.I bersama personel piket Polsubsektor Tubo Sendana serta Kapolsubsektor IPDA Akil, mendatangi Puskesmas Sendana II guna melakukan pemantauan situasi, pengamanan, serta memastikan proses penanganan medis terhadap para korban berjalan optimal.

Baca juga: Pria Akhiri Hidup di Malunda Majene Diduga Alami Depresi

Baca juga: Akui Unjuk Rasa Anarkis Salah Aliansi Mahasiswa di Mamuju Minta Maaf, Teken Kesepakatan Kapolresta

Berdasarkan data sementara yang dihimpun di PKM Sendana II, sebanyak 37 orang pasien telah menjalani perawatan akibat mengalami gejala serupa berupa mual, muntah, dan nyeri perut. 

Seluruh pasien saat ini masih dalam penanganan intensif oleh tenaga kesehatan puskesmas.

Dugaan awal mengarah pada keracunan makanan yang berasal dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan oleh Yayasan Kreatif Jaya Perdana Bangsa, yang beralamat di Jalan Poros Majene–Mamuju Km 65, Dusun Rawang-Rawang, Desa Bonde-Bonde, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene

Tunggu Hasil

Meski demikian, pihak berwenang menegaskan bahwa penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari instansi terkait.

Untuk memastikan penanganan berjalan maksimal dan transparan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majene, Dra. Hj. Yuliani, turut hadir langsung di Puskesmas Sendana II untuk memantau perkembangan kondisi pasien. 

Kehadiran tersebut juga didampingi oleh Camat Tubo Sendana, Abd. Azis, S.Pd., M.Pd.

Selain itu, tim dari tingkat provinsi juga telah diterjunkan, yakni petugas surveilans serta petugas kesehatan lingkungan (Kesling), guna melakukan penelusuran epidemiologi dan pemeriksaan terhadap dugaan sumber keracunan.

Kapolsek Sendana AKP H. Ashari menyampaikan bahwa pihak kepolisian akan terus melakukan pengawalan dan koordinasi dengan instansi terkait demi menjaga situasi tetap kondusif serta memastikan keselamatan masyarakat. 

Polisi juga siap membantu proses penyelidikan apabila dibutuhkan guna mengungkap penyebab kejadian tersebut secara menyeluruh.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di Puskesmas Sendana II terpantau kondusif, dengan aparat kepolisian dan petugas kesehatan terus bersinergi dalam memberikan pelayanan dan penanganan terbaik bagi para korban.

Diberitakan sebelmnya, ribuan paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan ke sekolah-sekolah dan kelompok rentan di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, berujung pada kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan.

Sumber: Tribun sulbar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved