Berita Majene
Generasi Unggul Lahir dari Situasi Kondusif
Di akhir kajian, peserta dan para pemateri deklarasi menyerukan semua pihak bersama-sama terus menjaga situasi daerah aman dan kondusif
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Pengajian-di-aula-Pesantren-Tahfidz-Al-Quran-Assyifa-Majene-Minggu-2192025.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banggae Timur, Arifuddin Rowar, menegaskan, selain Sumber Daya Alam (SDA) kemajuan negara atau daerah juga ditunjang keberadaan generasi unggul, atau generasi berkarakter, inovatif, dengan berpegang pada spirit kebangsaan dan keummatan.
Mewujudkan generasi unggul, kata dia, salah satu hal terpenting adalah dukungan situasi kondusif.
Arifuddin menegaskan, generasi unggul yang menjadi harapan besar bangsa itu adalah generasi beriman, bertaqwa kepada Allah SWT serta memiliki ilmu pengetahuan dan keterampilan.
Karena itu, ia menekankan pembinaan generasi penting selalu disertasi dengan semangat keummmatan dan kebangsaan.
"Genarasi unggul itu akan menjadi Sumber Daya Manusia produktif," kata Arifuddin dihadapan puluhan Santri, Pelajar, Mahasiswa, serta Kelompok Pengajian dalam pengajian bertema "Membangun Generasi Unggul Beriman dan Bertaqwa Untuk Misi Keummatan dan Kebangsaan” di aula Pesantren Tahfidz Al - Quran, Assyifa, Majene, Minggu, 21/9/2025.
Selain itu, lanjutnya, generasi unggul akan selalu memiliki spirit menjaga persatuan dalam keberagaman, akan menjadi agen perubahan positif di tengah masyarakat.
Penceramah lainnya, Dosen dan Peneliti Kajian Keislaman, Muhammad Rivai menyampaikan, membangun generasi unggul, beriman, dan bertaqwa adalah kunci bagi kemajuan umat dan bangsa di masa depan.
Menurut Rivai, dalam menghadapi era globalisasi dan kemajuan teknologi kian pesat, menuntut untuk mencetak generasi unggul.
"Generasi cerdas, berkarakter, kreatif, dan mampu bersaing di tingkat global," katanya.
Namun, kata dia, untuk menciptakan generasi seperti itu, dibutuhkan lebih dari sekadar kurikulum pendidikan yang baik.
" Situasi kondusif, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat dapat diartikan sebagai kondisi aman, nyaman, harmonis, dan mendukung pertumbuhan serta perkembangan seseorang secara optimal,"ungkap Rivai.
Sementara itu, penceramah dari Pembina Pesantren Assyifa, Abdul Kahar menyampaikan, setiap generasi akan memiliki tantangan penting yang mesti disikapi secara bijak, dilandasi spirit pengabdian pada bangsa dan ummat.
Sarjana Ekonomi Syariah itu juga menyampaikan berkembangnya suatu daerah sangat ditentukan oleh kualitas generasi.
"Harapan kita semua tentu agar situasi daerah dan bangsa tetap aman dan kondusif, sehingga semua tetap berjalan dengan baik. Kita semua berkomitmen terus mendorong persatuan," ujarnya.
Pemateri lain, Farhanuddin juga menekankan generasi unggul bukan sekadar cerdas secara akademik.
| Klarifikasi Penyedia Menu Dapur SPPG Majene Usai kembalikan Sayur Penyuplai |
|
|---|
| TKW Majene Sakit di Arab Saudi, Anggota DPR Ajbar Upayakan Pemulangan |
|
|---|
| Patah As Roda Belakang Truk Terguling di Jl Poros Mamuju - Majene |
|
|---|
| Atasi Ancaman di Pesisir Sirindu, BPBD Sulbar-Majene Fokus Rehabilitasi Tanggul |
|
|---|
| Polisi Dalami Kasus Pria di Majene dihajar Massa Gara-gara Geber Motor Saat Kegiatan Melayat |
|
|---|