Lagu Mandar
Lirik dan Makna Lagu Mandar Tekenga Digulimmu
Lagu ini diciptakan oleh Habib Muin dan Baharuddin M, pertama kali dipopulerkan oleh Erni Parewasi, penyanyi Mandar yang melegenda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Lagu-Mandar-lirik-dan-chord-lagu-Mandar-Soro-Tammepasabi.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM – Lagu Mandar Tekenga Digulimmu merupakan salah satu karya legendaris dalam khazanah musik daerah Sulawesi Barat.
Lagu ini diciptakan oleh Habib Muin dan Baharuddin M, serta pertama kali dipopulerkan oleh Erni Parewasi, penyanyi Mandar yang melegenda di Sulawesi Barat.
Erni Parewasi dikenal luas sebagai salah satu ikon lagu daerah Mandar.
Baca juga: Lirik Lagu Mandar Nala Tau Laeng, Kisah Cinta Bertepuk Sebelah Tangan
Banyak lagu yang ia bawakan tetap populer dan dikenang hingga kini.
Salah satu yang paling fenomenal adalah Tekenga Digulimmu.
Meski telah dinyanyikan ulang oleh sejumlah penyanyi seperti Hijrah LIDA dan RBN Madatte Arts, versi Erni Parewasi tetap dianggap paling membekas di hati penikmat musik Mandar.
Makna Lagu Tekenga Digulimmu
Secara umum, Tekenga Digulimmu berkisah tentang perpisahan sepasang kekasih.
Seorang perempuan harus merelakan kepergian sang pujaan hati yang hendak merantau mengarungi lautan.
Dalam liriknya, tersirat kesedihan yang dalam, namun juga keteguhan hati.
Sang perempuan menitipkan pesan-pesan penuh makna kepada kekasihnya.
Ia meminta agar namanya selalu diingat dan diabadikan, bahkan secara simbolis dituliskan di perahu dan kemudi yang akan dibawa berlayar.
Beberapa penggalan makna yang kuat dalam lagu ini antara lain:
“Tulisa’ di sanggilammu” (Tulislah namaku di tiang perahumu)
“Tekenga’ di gulingmu” (Parafkan namaku di kemudimu)
Perahu dan laut dalam budaya Mandar bukan sekadar alat dan ruang fisik, melainkan simbol kehidupan, perjuangan, dan perantauan.