Sabtu, 11 April 2026

Berita Pasangkayu

Cuaca Buruk, Basarnas dan BPBD Pasangkayu Imbau Nelayan Hati-hati Saat Melaut

Akibat cuaca buruk seperti ini, telah dikabarkan dua nelayan asal Pasangkayu dan Sarudu sempat hilang saat sedang memancing.

Tayang:
Penulis: Taufan | Editor: Munawwarah Ahmad
zoom-inlihat foto Cuaca Buruk, Basarnas dan BPBD Pasangkayu Imbau Nelayan Hati-hati Saat Melaut
Tribun Sulbar / Taufan
Andi Juli, Koordinator siaga Sar, Basarnas Pasangkayu saat diwawancarai, di kantor Basarnas Pasangkayu, Jl Moh Hatta, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu Sulawesi Barat 

TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Memasuki hari ke-10 bulan Desember 2024, cuaca di wilayah Pasangkayu berangin, khususnya di bagian laut Pasangkayu.

Akibat cuaca buruk seperti ini, telah dikabarkan dua nelayan asal Pasangkayu dan Sarudu sempat hilang saat sedang memancing.

Namun keduanya sudah ditemukan dengan keadaan sehat.

Baca juga: Kejari Polman Ambil Alih Kasus Korupsi Covid-19 Negara Rugi Rp 701 Juta, Mantan Kapus Tersangka

Baca juga: Korupsi? Mantan Kades Paminggalan Kini Anggota DPRD Majene Terancam Dicopot

Kedua nelayan tersebut mendapat masalah di tengah laut saat memancing menggunakan perahu, akibat cuaca buruk di laut Pasangkayu yang berangin.

Mengenai hal itu, Basarnas Pasangkayu menghimbau kepada masyarakat Pasangkayu, khusunya para nelayan, untuk senantiasa berhati-hati saat hendak mencari ikan di laut.

"Kita ketahui, perubahan cuaca itu dari pagi sampai siang tidak bisa diprediksi, karena berubah-ubah. Olehnya itu, kami minta kepada nelayan untuk tetap berhati-hati saat melaut," terangnya Andi Juli, Koordinator siaga Sar, saat diwawancarai di kantor Basarnas Pasangkayu, pada Selasa (10/12/2024).

Dia mengatakan, cuaca di laut dan di darat itu jauh berbeda.

"Bisa jadi di darat tidak berangin, sementara di laut sudah berangin," tambahnya.

Sehingga, dikhawatirkan dapat membahayakan nelayan saat berada di tengah laut.

"Kalau bisa sebelum turun ke laut, pastikan dulu cuacanya bagus atau tidak, dan kalau bisa sebaiknya persiapkan alat yang diperlukan, demi mengantisipasi terjadinya masalah di laut" ujar Andi Juli.

Selain itu, dia juga menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati menghadapi dampak cuaca ekstrim, dan bencana hidremetrologi.

"Khusus masyarakat pesisir, senantiasa memperhatikan lingkungan dan tanda-tanda alam di sekitar," terangnya.

Di samping itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasangkayu memprediksi, kondisi cuaca seperti ini akan berlangsung hingga bulan Januari tahun 2025.

"Kami telah menerima prediksi dari BMKG, bahwa cuaca seperti ini akan berlangsung hingga Januari 2025," terang Kepala Dinas BPBD Kabupaten Pasangkayu, Nyoman Suandi, saat memantau lokasi banjir pada Kamis (5/12/2024) lalu.

Ada beberapa wilayah di Kabupaten Pasangkayu, yang diprediksi rawan hujan dan angin, di antaranya Kecamatan Bambalamotu, Pasangkayu, Tikke Raya dan Pedongga.

"Namun kemungkinan juga bisa meluas ke Kecamatan Duripoku dan Dapurang," terang Nyoman.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved