Penyakit Kusta
Penderita Kusta di Sulawesi Barat Meningkat
Menurut Ririn, penyakit kusta dapat menyerang semua kelompok usia, termasuk anak-anak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Ilustrasi-penderita-penyakit-kusta-yang-meningkat-di-Provinsi-Sulawesi-Barat.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Jumlah penderita kusta di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) terus mengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulbar, sepanjang tahun 2024 tercatat 177 kasus kusta baru.
Sedangkan selama Januari hingga Juli 2025, ditemukan 104 kasus baru.
Baca juga: Curhat Menyayat Hati dari Seorang Penderita Kusta di Polman, Dikucilkan dan Hidup Penuh Penderitaan
Wasor Program Kusta Dinkes Sulbar, Ririn Handayani, menyebutkan, stigma sosial masih menjadi tantangan utama dalam penanganan penyakit menular tersebut.
“Banyak penderita enggan berobat karena takut dikucilkan. Padahal, kusta bisa disembuhkan jika dideteksi dan diobati sejak dini,” ujar Ririn saat ditemui di ruang kerjanya di Kompleks Kantor Gubernur Sulbar, Rabu (13/8/2025).
Ririn menjelaskan, kasus kusta tersebar di lima kabupaten.
Kabupaten Polewali Mandar (Polman) menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yaitu 53 kasus, disusul Majene 21 kasus, Pasangkayu 12 kasus, Mamuju 10 kasus, dan Mamuju Tengah (Mateng) 8 kasus.
“Untuk Kabupaten Mamasa, sejauh ini belum ditemukan kasus baru pada tahun 2025,” tambahnya.
Menurut Ririn, penyakit kusta dapat menyerang semua kelompok usia, termasuk anak-anak.
Tercatat, enam kasus terjadi pada anak usia 0 hingga 16 tahun.
“Jika tidak diobati, kusta dapat menyebabkan kerusakan permanen pada saraf, kulit, mata, dan organ lainnya,” jelasnya.
Komplikasi yang sering muncul antara lain mati rasa, kelemahan otot, deformitas pada tangan dan kaki, serta gangguan penglihatan.
Dinkes Sulbar mengimbau masyarakat untuk tidak ragu memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala kusta.
“Segera periksa ke puskesmas terdekat. Pengobatannya gratis dan tersedia di semua layanan kesehatan pemerintah,” tutup Ririn.(*)
| Wanita di Ternate Gugat Kekasih Rp400 Juta Gagal Nikah Gara-gara Calon Suami Tolak Ijab Qabul |
|
|---|
| SOSOK Rio Permana Putra Wasit Madura United vs PSM Tahun lalu Anulir Gol Persb |
|
|---|
| Tiba-tiba PSSI Ganti Wasit Madura United vs PSM, Ada Apa? |
|
|---|
| Harga TBS Sawit di Mamuju Tengah Anjlok hingga Rp1.000 per Kilogram, Petani Menjerit |
|
|---|
| Harga TBS Jeblok, Petani Sawit di Pasangkayu Merintih Hasil Panennya Tak Terbeli |
|
|---|