Kamis, 21 Mei 2026

sekolah rakyat

3 Calon Kepala Sekolah Rakyat Mamuju

Ketiganya dipilih untuk mewakili Mamuju dalam program pengembangan satuan pendidikan berbasis masyarakat.

Tayang:
Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto 3 Calon Kepala Sekolah Rakyat Mamuju
SUANDI
Sekolah Rakyat - Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Mamuju, Supratman, saat ditemui di Kantor Dikpora, Jalan Kurungan Bassi, Mamuju, Rabu (30/7/2025). Ia menyatakan dukungan penuh terhadap program Sekolah Rakyat yang dicanangkan pemerintah pusat. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Tiga guru asal Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, menerima undangan seleksi calon kepala Sekolah Rakyat dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Mereka adalah Megawati (guru SD Inpres Karema), Dauliah Tasdir (guru SMPN 1 Tapalang), dan Hasmiati (guru SMPN 4 Tommo).

Undangan dikirim melalui Direktorat Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan (KSPSTK), di bawah naungan Kemendikdasmen.

Baca juga: Banyak Orangtua di Mamuju Tak Mau Anak Masuk Sekolah Rakyat, Ini Alasannya!

Ketiganya dipilih untuk mewakili Mamuju dalam program pengembangan satuan pendidikan berbasis masyarakat.

Program ini menyasar wilayah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T), serta daerah rentan lainnya.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Mamuju, Supratman, membenarkan informasi tersebut.

“Kami sangat mendukung penuh program ini,” ujarnya saat ditemui di Kantor Dikpora, Rabu (30/7/2025).

Ia menyebut pemerintah daerah siap memfasilitasi kebutuhan tenaga kependidikan untuk Sekolah Rakyat.

Namun, Supratman menyebut adanya kendala komunikasi.

Satu dari tiga guru mengaku tidak mengetahui undangan seleksi dari kementerian.

“Saat saya hubungi, katanya tidak tahu-menahu soal undangan itu. Padahal batas pengiriman berkas sudah lewat, 29 Juli,” ungkapnya.

Sekolah Rakyat adalah model pendidikan alternatif berbasis komunitas.

Program ini ditujukan untuk pendidikan dasar dan menengah di luar sistem formal.

Di Mamuju, kegiatan belajar Sekolah Rakyat sementara akan menggunakan gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Sulbar di Kecamatan Kalukku.

Pemerintah daerah berharap program ini menjadi solusi pemerataan akses pendidikan di wilayah terpencil.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved