Jumat, 22 Mei 2026

Literasi

Dari Jibril ke Gubernur

Jibril bahkan sampai mendekap Muhammad SAW sehingga dapat melakukan perintah tersebut.

Tayang:
Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Dari Jibril ke Gubernur
dok Ilham Sopu
MEMBACA - Ilham Sopu, salah satu cendikiawan Muslim asal Kabupaten Polman, Sulawesi Barat, sehari-hari sebagai pengajar di salah satu pondok pesantren di Pambusuang. 

Oleh : Ilham Sopu

KETIKA Nabi Muhammad SAW bertahannus di gua hira turunlah perintah membaca dibawa malaikat Jibril.

Perintah Tuhan lewat mediasi Jibril adalah perintah untuk membaca, berkali-kali perintah itu disampaikan kepada Muhammad, baru Muhammad dapat melaksanakan perintah tersebut.

Jibril bahkan sampai mendekap Muhammad SAW sehingga dapat melakukan perintah tersebut.

Dalam perintah tersebut, Muhammad sempat mengatakan saya tidak bisa membaca, tetapi Jibril terus mendesaknya untuk membaca, dan akhirnya Muhammad dapat membaca.

Bersamaan dengan perintah membaca, di situ juga Muhammad diangkat menjadi Nabi, kenabian adalah prestasi kemanusiaan turun dari Tuhan, suatu kepercayaan ketuhanan diterima orang-orang tertentu sebagai manusia pilihan Tuhan.

Membaca adalah modal utama dalam membangun suatu peradaban unggul. Peradaban yang dibangun oleh Nabi, selama 23 tahun itu berawal dari gua hira lewat peradaban membaca.

Kesuksesan spektakuler dimotori Nabi hanya dalam tempo cukup singkat, dapat menguasai jazirah arab.

Nabi dilantik menjadi Nabi setelah menerima perintah untuk membaca, suatu perintah untuk membuat yang membaca akan mendapatkan suatu kecerdasan, apakah kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional lebih-lebih kecerdasan spritual.

Ada hal menarik dari Gubernur Sulbar hari ini, mewacanakan persyaratan bagi akan tamat sekolah menengah untuk membaca setidaknya 20 buku.

Ini adalah suatu keputusan cukup cerdas dari seorang gubernur, seperti apa teknisnya nanti, itu tidak menjadi soal, paling penting semangat dari wacana ini betul-betul terdistribusi lewat kebijakan politikal will dan tentu berlanjut kepada politikal action dari Pak gubernur. 

Mungkin Pak Gubernur perlu belajar dari sejarah dari wahyu pertama diterima Nabi, seperti diawal pembicaraan di atas.

Betapa Jibril dalam menyampaikan kepada Nabi, untuk membaca disampaikan secara berulang-ulang,  artinya perintah membaca itu sangat penting dalam membangun peradaban kemanusiaan. 

Sampai-sampai Jibril mendekap Nabi, supaya ia dapat membaca
Artinya Gubernur harus punya politikal action betul-betul kuat dalam membawa realitas kebijakan ini. 

Kebijakan ini mungkin secara sepintas biasa-biasa saja, tapi ini akan sangat berdampak untuk Sulbardi tahun-tahun akan datang. 

Apa yang akan ditanam Gubernur hari ini, hasilnya tidak akan terlihat dalam waktu singkat, tapi ini adalah tanaman peradaban, butuh waktu panjang.

Menanam jagung mungkin butuh tiga bulan baru ada hasil, menanam pohon kelapa butuh tahunan baru dapat hasil, tapi menanam sumber daya manusia, atau menanam peradaban kemanusiaan butuh puluhan tahun, baru bisa melihat hasil.

Nabi pasca dari menerima perintah membaca, betul-betul menjalankan perintah tersebut dan menerjemahkan perintah tersebut dalam realitas membangun Makkah dan Madinah menjadi kota punya peradaban sangat tinggi.

Namun langka pertama harus perhatikan dari kebijakan atau wacana ini adalah mempersiapkan bahan bacaan, perlu obyek yang akan dibaca.

Jangan sampai tidak ada obyek akan baca. Lagi-lagi perlu persiapan matang dari segi kebijakan untuk melengkapi ruang-ruang tempat baca, apakah itu perpustakaan, pojok-pojok baca, perpustakaan keliling, atau apa saja yang bisa membuat tertarik siswa-siswi untuk membaca.

Di sinilah pentingnya tidak hanya politikal will dari Pak Gubernur tapi betul-betul ada politikal action.

Perintah untuk membaca dan tempat menjadi obyek bacaan, keduanya sangat penting, kebijakan ini akan pincang  bilamana perintah membaca tanpa ada fasilitas disiapkan pemerintah, sebagai tempat memancing meningkatkan minat baca siswa-siswi. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved