Mamuju Tengah
Jorok ! Got Taman KTM Mateng Tertutup Rumput Liar dan Sampah, Warga Setempat Sesalkan Pengunjung
Belum lagi rumput-rumput liar sudah menutupi selokan menambah kesan kotor dan jorok
Penulis: Sandi Anugrah | Editor: Abd Rahman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/hingga-rokok-bertebaran-di-lokasi-tersebut-SandiTribun.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Rumput liar dan sampah penuhi got taman bermain anak di kompleks Kota Terpadu Mandiri (KTM) Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat (Sulbar).
Sehingga, ketika musim penghujan tiba, air akan tersumbat dikarenakan terhalang sampah dan rumput-rumput liar.
Pantauan Tribun-Sulbar.com, Senin (21/7/2025), sampah-sampah ini berserakan di got-got sepanjang taman bermain anak.
Baca juga: Pelajar SMA Ikut Terjaring Razia Operasi Patuh Marano 2025 di Mamuju, 22 Kendaraan Ditindak
Baca juga: Naik Penyidikan, Polisi Periksa Saksi Ahli di Kasus Dana Desa Tapandullu Hilang Rp 388 Juta
Terlihat pembungkus rokok, aneka snack, bungkus gorengan, cup minuman hingga puntung rokok bersebaran di mana-mana.
Belum lagi rumput-rumput liar sudah menutupi selokan menambah kesan kotor dan jorok.
Seorang warga, Alamsyah mengaku kesal dengan tingkat kesadaran masyarakat terhadap kebersihan masih sangat kurang.
Dibuktikan, banyaknya tempat sampah disiapkan pemerintah, namun masih banyak membuang sampahnya sembarangan.
"Saya kadang jengkel lihat pengunjung KTM, habis makan atau jajan mereka buang sembarangan sampahnya, padahal tempat sampah sudah disiapkan," kata Alam.
"Harusnya mereka sadar, karena demi kenyamanan kita bersama," tambahnya.
Ia mengaku sering berolahraga sore di kompleks KTM Tobadak sehingga mengetahui persis kondisi KTM.
Menurutnya, jika pengunjung selesai makan atau minum, sampahnya dibuang begitu saja.
Bahkan beberapa diantaranya membuang ke selokan yang tentu memicu penyumbatan air.
"Selain kesadaran masyarakat, Saya juga berharap pemerintah melalui dinas terkait membersihkan rumput liar yang tumbuh subur di selokan taman bermain anak," harapnya.
Hal senada disampaikan, Mila, seorang warga kerap membawa anaknya bermain di taman.
Menurutnya, sampah-sampah bekas minuman dikhawatirkan menjadi sarang nyamuk hingga berkembang biak.
"Karena kalau sore disini Pak, banyak sekali nyamuk, takutnya ada penyebab demam berdarah," khawatirnya.
"Olehnya itu, kami berharap masyarakat atau pengunjung KTM membuang sampahnya di tempat yang sudah disiapkan untuk kenyamanan kita bersama," kuncinya. (*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Sandi Anugrah
| Gara-gara Sopir Kaget di Jalan Menikung Pick Up Terperosok Masuk ke Kebun Pisang di Mamuju Tengah |
|
|---|
| SSB Garuda Mamuju Tengah Target Cetak Pesepak Bola Profesional Sejak Usia Dini |
|
|---|
| 13 Kasus Kebakaran di Mamuju Tengah Sejak Januari 2026, Kerugian Capai Rp555 Juta |
|
|---|
| Bupati Arsal Aras Lepas 229 CJH Mamuju Tengah ke Embarkasi Makassar, Berangkat 5 Mei ke Arab Saudi |
|
|---|
| Kapasitas Ruangan Tak Mencukupi, Kemenhaj Mamuju Tengah Titip Koper CJH di Kantor Kemenag |
|
|---|