Berita Mamuju
Mereka Memilih Bertahan: Pasar Lama Bukan Sekedar Tempat Mencari Uang
Halijah sudah puluhan tahun menggantungkan hidup dari berdagang pakaian di pasar ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Halijah-menunggu-pembeli-datang-ke-Lapaknya-di-Pasar-Lama-Mamuju.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Di sudut Komplek Pasar Lama Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Halijah masih setia menjaga lapaknya.
Deretan baju kaos, celana, gamis, dan kemeja tertata rapi di gantungan toko kecilnya.
Namun, mata Halijah tak secerah dulu.
“Sekarang, bisa laku satu atau dua potong baju saja sudah bersyukur,” tutur perempuan paruh baya itu, Sabtu (19/7/2025).
Halijah sudah puluhan tahun menggantungkan hidup dari berdagang pakaian di pasar ini.
Baca juga: Terjepit Online, Curhat Pedagang Baju di Pasar Lama Mamuju yang Sepi Pembeli
Ia menyaksikan bagaimana pasar yang dulu penuh sesak oleh pembeli, perlahan-lahan berubah menjadi tempat yang sepi pengunjung.
Hari ini, ia lebih sering merapikan baju daripada melayani pembeli.
“Dulu, kalau akhir pekan begini, kami bisa ramai. Kadang baju sampai habis. Sekarang, orang lebih banyak pilih belanja online. Duduk di rumah, tinggal klik, barang langsung datang,” ujarnya lirih, sesekali menoleh ke arah pintu toko, berharap ada yang datang.
Di tengah maraknya toko online dan e-commerce, banyak pedagang tradisional seperti Halijah merasa tersisih.
Ia bahkan sempat mencoba berjualan daring, berharap bisa mengikuti arus perubahan.
Tapi kenyataan tak semudah bayangan.
“Saya pernah coba jualan online. Tapi malah pusing. Banyak yang pesan, tapi tidak ada yang datang ambil. Kita sudah bungkus rapi, nunggu sampai sore, tapi kosong,” keluh ibu empat anak itu.
Kini, Halijah memilih bertahan di lapaknya.
Ia tahu, perkembangan zaman tidak bisa dibendung.
Tapi ia juga percaya, pembeli yang datang langsung masih ada, meski jumlahnya tak lagi seperti dulu.
“Kalau ada yang datang beli dua potong baju, saya sudah senang. Yang penting ada,” katanya sembari melipat sepotong kaos warna biru.
Toko kecil milik Halijah menyediakan pakaian untuk berbagai kalangan.
Harga mulai dari Rp 35 ribu hingga Rp 500 ribu.
Mulai dari celana pendek hingga gamis.
Ia mencoba memenuhi kebutuhan siapa pun yang datang ke tokonya.
Dalam keheningan pasar yang kini lebih banyak diisi suara pedagang yang bercakap satu sama lain, Halijah memilih bersyukur.
“Rezeki itu sudah ada yang atur. Kita cuma berusaha. Sisanya, tawakkal saja,” ucapnya mantap, meski rona lelah sesekali terbit di wajahnya.
Pasar Lama Mamuju boleh saja tak seramai dulu, tapi bagi Halijah dan pedagang lainnya, tempat ini bukan sekadar tempat mencari uang.
Di sinilah hidup mereka dimulai, dan di sinilah mereka memilih bertahan, meski dunia luar telah berubah.(*)
| Serangan Jantung di Tengah Laut Mamuju Kru Kapal Australia-China Asal Pandeglang Banten Meninggal |
|
|---|
| Kasat Intelkam Polres Mamasa AKP Ilyas Salurkan Bantuan untuk Kakak Beradik Viral di Tapalang Mamuju |
|
|---|
| TPA Adi-Adi Ditutup Warga, Mamuju Dipenuhi Sampah Sugianto Sebut Pemkab Selalu Alasan Keterbatasan |
|
|---|
| Satpol PP Mamuju Tengah Razia Pelajar Bolos, 15 Siswa Terjaring di Topoyo dan Tobadak |
|
|---|
| Baznas Sambangi Rumah dan Salurkan Bantuan untuk Humaira dan Umar di Tapalang Mamuju |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.