Majene
Wajib Baca 20 Buku Jadi Syarat Kelulusan, Thamrin: Ide Brilian, Tapi Butuh Aksi Nyata Sekolah
Thamrin menyoroti pentingnya sekolah memanfaatkan dana BOS untuk memperkuat fasilitas dan suasana literasi
Penulis: Anwar Wahab | Editor: Abd Rahman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/tanpa-dukungan-serius-dari-semua-komponen-sekolah.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE – Gagasan Gubernur Sulawesi Barat yang mewajibkan siswa membaca 20 buku sebelum menyelesaikan studi menuai respons positif dari praktisi literasi daerah.
Kepala UPA Perpustakaan Universitas Sulawesi Barat, Thamrin, menyebut ide tersebut sebagai terobosan berani untuk mendorong budaya literasi di kalangan pelajar.
Namun ia menegaskan, ide brilian itu tak akan berjalan tanpa dukungan serius dari semua komponen sekolah.
Ini bukan sekadar mewajibkan membaca 20 buku. Kita bicara soal bagaimana sekolah membangun ekosistem literasi.
Baca juga: Pemuda Ditemukan Tewas Dipinggir Jalan di Polman, Diduga Sempat Dikejar OTK
Baca juga: Harga Beras Melonjak, Warga Pasangkayu Dihantui Isu Beras Oplosan, Tak Tergiur Harga Murah
"Sekarang, coba lihat, perpustakaan masih sering ditempatkan di belakang sekolah, di ruang remang-remang, rak berdebu, buku usang. Seharusnya perpustakaan ada di depan sekolah menjadi wajah peradaban ilmu,” tegas Thamrin, yang juga pendiri Rumah Baca dan Museum Naskah I Manggewilu, saat ditemui di Majene Rabu, (16/7/2025).
Ia mengungkapkan, dalam dua hari terakhir, dirinya mengisi sosialisasi penguatan literasi di beberapa sekolah seperti SMK Negeri 1 Tinambung, SMA Negeri 2 Majene, dan SMK Negeri Balanipa.
Ia mengungkapkan fakta miris soal minat baca siswa. Ketika ditanya berapa buku yang mereka baca dalam sebulan, mayoritas siswa hanya menggeleng. Bahkan ada yang tak pernah sekalipun berkunjung ke perpustakaan sekolah.
“Generasi kita ini bukan tidak bisa membaca. Mereka hanya belum terbiasa membaca. Ini PR besar sekolah dan kita semua,” lanjutnya.
Thamrin menyoroti pentingnya sekolah memanfaatkan dana BOS untuk memperkuat fasilitas dan suasana literasi.
Mulai dari penyediaan buku-buku berkualitas, ruang baca yang nyaman, hingga membangun budaya literasi di kalangan guru dan staf.
“Kalau semua komponen sekolah tidak bergerak, ide Pak Gubernur itu hanya akan jadi wacana di atas kertas. Literasi bukan cuma soal membaca buku, tapi membaca fenomena kehidupan. Hanya dengan kolaborasi, kita bisa lahirkan Generasi Emas 2045 yang benar-benar berkualitas,” pungkasnya.(*)
Laporan wartawan Tribun Sulbar.com Anwar Wahab.
Baca Buku
Gubernur Sulawesi Barat
Universitas Sulawesi Barat
Gubernur Suhardi Duka
Literasi
Thamrin
Sulawesi Barat
SMK Negeri 1 Tinambung
| 2 Warga Bertetangga di Majene Cekcok Gara-gara Suara Musik Besar Didamaikan |
|
|---|
| UT Majene Tandatangani PKS dengan Kemenkum RI, Perkuat Pelindungan Kekayaan Intelektual |
|
|---|
| Ratusan Calon Wisudawan UT Majene Meriahkan Senam Sehat Jelang Wisuda di Mamuju |
|
|---|
| 352 Calon Wisudawan UT Majene Ikuti Gladi Bersih di Ballroom Grand Maleo Mamuju |
|
|---|
| UT Majene Wisuda 434 Mahasiswa, Gubernur Sulbar Apresiasi Semangat Pendidikan Jarak Jauh |
|
|---|