Rabu, 20 Mei 2026

Majene

Wajib Baca 20 Buku Jadi Syarat Kelulusan, Thamrin: Ide Brilian, Tapi Butuh Aksi Nyata Sekolah

‎Thamrin menyoroti pentingnya sekolah memanfaatkan dana BOS untuk memperkuat fasilitas dan suasana literasi

Tayang:
Penulis: Anwar Wahab | Editor: Abd Rahman
zoom-inlihat foto Wajib Baca 20 Buku Jadi Syarat Kelulusan, Thamrin: Ide Brilian, Tapi Butuh Aksi Nyata Sekolah
Istimewa
BACA BUKU- Kepala UPA Perpustakaan Universitas Sulawesi Barat, Thamrin yang juga pendiri Rumah Baca dan Museum Naskah I Manggewilu, saat memeberikan edukasi tentang literasi. Ia menyebut ide tersebut sebagai terobosan berani untuk mendorong budaya literasi di kalangan pelajar. Namun ia menegaskan, ide brilian itu tak akan berjalan tanpa dukungan serius dari semua komponen sekolah. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE  – Gagasan Gubernur Sulawesi Barat yang mewajibkan siswa membaca 20 buku sebelum menyelesaikan studi menuai respons positif dari praktisi literasi daerah.

‎Kepala UPA Perpustakaan Universitas Sulawesi Barat, Thamrin, menyebut ide tersebut sebagai terobosan berani untuk mendorong budaya literasi di kalangan pelajar.

‎ Namun ia menegaskan, ide brilian itu tak akan berjalan tanpa dukungan serius dari semua komponen sekolah.

‎Ini bukan sekadar mewajibkan membaca 20 buku. Kita bicara soal bagaimana sekolah membangun ekosistem literasi.

Baca juga: Pemuda Ditemukan Tewas Dipinggir Jalan di Polman, Diduga Sempat Dikejar OTK

Baca juga: Harga Beras Melonjak, Warga Pasangkayu Dihantui Isu Beras Oplosan, Tak Tergiur Harga Murah

‎"Sekarang, coba lihat,  perpustakaan masih sering ditempatkan di belakang sekolah, di ruang remang-remang, rak berdebu, buku usang. Seharusnya perpustakaan ada di depan sekolah menjadi wajah peradaban ilmu,” tegas Thamrin, yang juga pendiri Rumah Baca dan Museum Naskah I Manggewilu, saat ditemui di Majene Rabu, (16/7/2025). 

Ia mengungkapkan, dalam dua hari terakhir, dirinya mengisi sosialisasi penguatan literasi di beberapa sekolah seperti SMK Negeri 1 Tinambung, SMA Negeri 2 Majene, dan SMK Negeri Balanipa.

‎Ia mengungkapkan fakta miris soal minat baca siswa. Ketika ditanya berapa buku yang mereka baca dalam sebulan, mayoritas siswa hanya menggeleng. Bahkan ada yang tak pernah sekalipun berkunjung ke perpustakaan sekolah.

‎“Generasi kita ini bukan tidak bisa membaca. Mereka hanya belum terbiasa membaca. Ini PR besar sekolah dan kita semua,” lanjutnya.

‎Thamrin menyoroti pentingnya sekolah memanfaatkan dana BOS untuk memperkuat fasilitas dan suasana literasi.

‎Mulai dari penyediaan buku-buku berkualitas, ruang baca yang nyaman, hingga membangun budaya literasi di kalangan guru dan staf.

‎“Kalau semua komponen sekolah tidak bergerak, ide Pak Gubernur itu hanya akan jadi wacana di atas kertas. Literasi bukan cuma soal membaca buku, tapi membaca fenomena kehidupan. Hanya dengan kolaborasi, kita bisa lahirkan Generasi Emas 2045 yang benar-benar berkualitas,” pungkasnya.(*)

‎Laporan wartawan Tribun Sulbar.com Anwar Wahab.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved