Mamuju Tengah
Kios Dibongkar Mandiri, Pedagang Pasar Lama Topoyo Selamatkan Material Bangunan
Menurutnya, pedagang melakukan pembongkaran secara mandiri agar peralatan bangunan masih bisa digunakan
Penulis: Sandi Anugrah | Editor: Abd Rahman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/sebelum-tanggal-21-Juli-2025-SandiTribun.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Pedagang kompleks pasar lama Topoyo, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat (Sulbar) mulai membongkar kiosnya sebelum tanggal 21 Juli 2025.
Hal itu dikarenakan, Bupati Mamuju Tengah sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) bernomor 500.2/334/VII/2025 per-tanggal 29 April 2025.
Dimana SE tersebut berisi pemberitahuan tentang pengosongan kios pasar lama sampai dengan 21 Juli 2025.
Baca juga: Lokasi Pemuda Majene Ditemukan Tewas di Laliko Polman Disebut Jalur Maut, Kenapa?
Baca juga: 59 Kasus Kecelakaan Terjadi di Pasangkayu Sejak Awal 2025, 20 Orang Meninggal Dunia
Apabila sampai dengan batas waktu tersebut para pedagang tidak melakukan pembongkaran dan pengosongan kios, maka akan dilakukan pembongkaran dan pengosongan oleh pemerintah daerah.
Pantauan Tribun-Sulbar.com, Rabu (16/7/2025), sejumlah pedagang mulai membongkar kiosnya secara mandiri.
Mulai dari rangka baja ringan, seng hingga peralatan bangunan lainnya.
Muslim, seorang pedagang menjelaskan ia bersama pedagang lainnya sudah mulai melakukan pembongkaran sejak Senin (14/7/2025) kemarin.
"Sejak mendapat surat edaran terkait pengosongan pasar lama paling lambat tanggal 21 Juli 2025, kami melakukan inisiatif sendiri untuk melakukan pembongkaran," ucap Bojex, sapaan akrab Muslim saat ditemui di lokasi pasar lama Topoyo, Kecamatan Topoyo, Rabu (16/7/2025).
Menurutnya, pedagang melakukan pembongkaran secara mandiri agar peralatan bangunan masih bisa digunakan.
Ketimbang, ketika pemerintah melakukan pembongkaran menggunakan alat berat berpotensi merusak peralatan bangunan sehingga tidak bisa dimanfaatkan lagi.
"Paling tidak, kalau kami bongkar sendiri peralatannya masih bisa di pakai kembali," jelasnya.
Bojex juga menjelaskan, setidaknya ada sekitar 90 pedagang membongkar kiosnya secara mandiri.
Dimana, para pedagang ini nantinya akan pindah dan mencari lokasi strategis untuk berjualan kembali.
"Namun, yang tidak memiliki tempat akan pindah bahkan ada yang pulang kampung," terangnya.
Hal senada disampaikan seorang pedagang yang tak hendak disebutkan namanya.
Ia mengatakan, sejak pemutusan aliran listrik per-tanggal 14 Juli 2024 di area kompleks pasar, pedagang mulai melakukan pembongkaran secara mandiri.
"Sudah ada beberapa teman yang rampung membongkar, kalau saya baru hari ini mulai melakukan pembongkaran," kuncinya.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Sandi Anugrah
| Harga Ganti Oli Mesin di Mamuju Tengah Naik Rp10 Ribu |
|
|---|
| Emak-Emak di Mamuju Tengah Serbu Pasar Murah, Beras, Telur dan Minyak Goreng Paling Diincar |
|
|---|
| Buaya 2,7 Meter Muncul di Permukiman Warga Mamuju Tengah, Sempat Melawan Saat Dievakuasi |
|
|---|
| Keterbatasan Bukan Halangan, Pemkab Mamuju Tengah Sukses Tumbuhkan Ekonomi 5,08 Persen |
|
|---|
| Bupati Arsal Aras Rela Tunda Pembangunan Infrastruktur Demi PPPK Anggarkan Rp100 Miliar untuk Gaji |
|
|---|