Berita Mamuju
HMI Mamuju Sebut Swasembada Hanya Pencitraan
Dahril menyatakan klaim keberhasilan swasembada pangan yang selama ini digaungkan hanya sebatas pencitraan.
Penulis: Andika Firdaus | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Ketua-HMI-Mamuju-Dahril-mendesak-Bulog-mengambil-langkah-konkret-guna-menstabilkan-harga.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mamuju melayangkan somasi kepada Perum Bulog terkait melonjaknya harga beras yang dinilai makin memberatkan masyarakat.
Kenaikan harga bahan pokok yang tak terkendali ini disebut sangat menyengsarakan rakyat, terutama dengan harga beras 25 kilogram yang kini menembus Rp410 ribu.
Ketua HMI Mamuju, Dahril, mendesak Bulog agar segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga pangan, khususnya dengan kembali mengedarkan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Baca juga: Harga Beras Naik Drastis, Warga Mateng: Tidak Lama Lagi Kita Cuma Makan Pisang dan Singkong
"Sangat aneh, katanya Bulog mendukung swasembada pangan dengan stok 40 ribu ton, tapi justru harga beras melonjak tajam dan beras SPHP malah tidak diedarkan. Ada yang tidak beres," ujar Dahril kepada wartawan, Minggu (6/7/2025) malam.
Lebih lanjut, Dahril menyatakan klaim keberhasilan swasembada pangan yang selama ini digaungkan hanya sebatas pencitraan.
Di lapangan, rakyat justru kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.
"Jangan hanya pencitraan swasembada pangan, namun nyatanya rakyat sengsara. Untuk kebutuhan dasar saja sangat susah," terangnya.
Ia mengungkapkan, kondisi tersebut memaksa sebagian masyarakat membeli beras dalam kemasan kecil, seperti 5 kilogram, karena tidak sanggup menjangkau harga beras dalam jumlah besar yang terus melambung.
"HMI Mamuju menuntut Bulog segera bertindak dan mengambil tanggung jawab penuh atas krisis beras yang terjadi," tegasnya.
Dahril juga menekankan pentingnya transparansi dan kehadiran nyata dari Bulog dalam melindungi kebutuhan dasar masyarakat. (*)
Laporan Wartawan Tribun Sulbar, Andika Firdaus
| Urai Kemacetan di SPBU Kali Mamuju Polisi Minta Sopir Truk Antre Solar di SPBU Lain |
|
|---|
| Warga Paraili Mamuju Tengah Mengaku Dihipnotis OTK, Uang Rp15 Juta Raib |
|
|---|
| Bayi Satu Tahun di Mamuju Tengah Hanyut Terseret Arus Sungai, Ditemukan Meninggal Dunia |
|
|---|
| Pangkalan LPG 3 Kg di Mamuju Perketat Penjualan Jelang Iduladha 1447 Hijriah, Wajib Bawa KTP |
|
|---|
| 73 Siswa SD Inpres Batuparigi Mamuju Tengah Ikuti ASAJ 2026 Selama Lima Hari |
|
|---|