Senin, 1 Juni 2026

Berita Mamuju Tengah

2 Truk Agen LPG di Mateng Rusak, Penyaluran Terhambat, Picu Kenaikan Harga

Meski demikian, pihaknya sudah mendesak agen untuk segera melakukan perbaikan truk agar distribusi gas LPG kembali lancar di wilayah Mamuju Tengah.

Tayang:
Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto 2 Truk Agen LPG di Mateng Rusak, Penyaluran Terhambat, Picu Kenaikan Harga
Sandi/Tribun-Sulbar
HARGA LPG NAIK – Tumpukan tabung elpiji 3 kilogram di kios, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Minggu (6/7/2025). Sejak Hari Raya Idul Adha hingga saat ini, harga elpiji 3 kilogram stagnan di harga Rp30 ribu – Rp40 ribu. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH – Harga LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat (Sulbar), tembus Rp40 ribu di tingkat pengecer.

Akibatnya, warga Mateng mengeluhkan kondisi LPG 3 kg yang semakin mencekik.

Kepala Dinas Koperindag Mateng, Colleng Sulaiman, mengatakan dugaan penyebab kenaikan harga tersebut adalah keterlambatan penyaluran LPG ke pangkalan.

Baca juga: Harga Elpiji 3 Kg Melonjak di Mamuju, Stok Pangkalan Aman, Ada Apa?

“Memang beberapa hari terakhir, ada dua truk agen PT Karya Hast yang mengalami kerusakan, sehingga distribusi LPG ke Mateng mengalami keterlambatan,” ucap Colleng saat dikonfirmasi Tribun-Sulbar.com, Senin (7/7/2025).

Meski demikian, pihaknya sudah mendesak agen untuk segera melakukan perbaikan truk agar distribusi gas LPG kembali lancar di wilayah Mamuju Tengah.

“Kami sudah menyampaikan ke agen untuk segera melakukan perbaikan truk, sehingga mudah-mudahan hari ini sudah bagus kembali. Karena memang selama ini ada empat truk yang melakukan distribusi LPG di Mateng untuk PT Karya Hast,” ujarnya.

Terkait lonjakan harga di pengecer atau kios, Colleng mengakui bahwa kondisi tersebut sudah sulit dibendung.

Namun, pihaknya tetap meminta dua agen besar LPG di Mamuju Tengah, yakni PT Putri Karya Lestari dan PT Karya Hast, untuk menekan pangkalannya agar tidak menjual LPG 3 kilogram ke pengecer.

Pasalnya, harga LPG sering dimainkan oleh kios atau pengecer.

“Saya sudah sampaikan ke agen untuk ditekan pangkalannya agar tidak menjual ke pengecer, karena pengecer ini yang biasa memainkan harga hingga melonjak tinggi jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET),” bebernya.

Adapun HET LPG 3 kilogram yang disarankan di wilayah Kabupaten Mamuju Tengah berbeda-beda tiap kecamatan:

Kecamatan Pangale dan Budong-Budong: Rp18.500

Kecamatan Topoyo dan Tobadak: Rp19.000

Kecamatan Karossa: Rp20.000

Sebelumnya diberitakan, harga LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi di kios atau pengecer Kabupaten Mamuju Tengah melejit tinggi.

Hal itu dibenarkan oleh seorang ibu rumah tangga, Indah (35), saat ditemui di kediamannya di Desa Topoyo, Kecamatan Topoyo.

Menurutnya, harga LPG 3 kilogram bersubsidi di pengecer bervariasi, mulai dari Rp30 ribu, Rp35 ribu, hingga Rp40 ribu. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Sandi Anugrah

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved