UMI
LLDikti: 100 Profesor, UMI Kampus Swasta Guru Besar Terbanyak di Timur Indonesia
Andi Lukman mengatakan dari 203 guru besar di wilayah sembilan LLDikti sebanyak 100 guru besar atau 49 persen dari UMI
Penulis: Thamzil Thahir | Editor: Ilham Mulyawan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Pengukuham-profesor-UMI.jpg)
TRIBUN-SULBAR. COM -- Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar mencatat rekor sebagai kampus swasta dengan 100 guru besar (profesor), sekaligus terbanyak di timur Indonesia, medio 2025 ini.
Untuk kampus negeri, Universitas Hasanuddin (Unhas) masih tertinggi;
549 orang, menyusul Universitas Udayana, Bali dengan 261 profesor per April 2025 ini.
Dua kampus non-negeri di Makassar,
Universitas Bosowa (Unibos) 32, Universitas Muhammadiyah (Unismuh) 23, dan Universitas Islam Makassar (UIM) 5 profesor per April 2025.
Status affirmatif guru besar ini diungkapkan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX (Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara), Dr Andi Lukman, MSi (58), dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Pengukukan dua profesor UMI; Sabtu (31/5/2025), di Auditorium Al Jibra Kampus 2 UMI, Jl Urip Sumiharjo, Panaikang, Makassar, Sulsel.
Baca juga: Riset Unsulbar Melesat! 125 Judul Penelitian Dosen Raih Pendanaan BIMA Tahun 2025
Baca juga: Daftar Lengkap Fakultas dan Jurusan di Unsulbar , Mulai Diploma hingga Kedokteran
"Dari 203 guru besar di wilayah sembilan LLDikti, 100 guru besar atau 49 persen dari UMI," ujar Andi Lukman, dalam sambutan resminya.
Kedua guru besar yang dikukuhkan itu; Prof Dr Ir H Sudirman Numba, MS (WatanSoppeng, 63) dan Prof Dr Ir Hj Ida Rosada MS (Watampone, 61).
Keduanya adalah guru besar baru dari Fakultas Pertanian & Bioremediasi Lahan Tambang UMI.
Kampus UMI dan 226 universitas swasta di Sultanbatara adalah entitas koordinatif pembina dan pengawas LLDikti region IX.
LLDikti dahulu bernama Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis).
Salah satu tugas LLDikti adalah validasi obyektif para calon profesor dan jabatan lektor kepala sebelum diSK-kan oleh kementeria Ristekdikti.
Data himpunan Tribun, per Desember 2024, tercatat ada 17 region LLDikti yang mencakup 36 provinsi di Indonesia.
"Dari 22 provinsi di timur Indonesia, harus diakui UMI inilah yang terbanyak guru besarnya sekarang," ujar Andi Lukman, usai acara.
Menurutnya, selama tiga tahun periode jabatannya, sejak 2022, LLDikti mencatat ada 127 guru besar dari kampus non-negeri.
"Boleh dibilang hampir tiap kabupaten sekarang sudah ada profesornya," ujar Andi Lukman.
Sebelumnya, secara terpisah, Ketua Dewan Guru Besar UMI Prof Dr H Mansyur Ramli SE, MS (71) dan Rektor UMI Prof Dr H Hambali Thalib SH, mengkonfirmasi pencapaian ini.
"Insyallah, memasuki usia 71 UMI menyusul sekitar belasan mendekati 20 lagi doktor yang sementara pengusulan jadi guru besar," ujar Mansyur.
Sekadar perbandingan, di timur Indonesia, guru besar di kampus negeri terbanyak dicatat Unhas, Makassar, dengan 549 orang per April 2025.
Terbanyak kedua Universitas Udayana, Bali dengan 261 profesor.
Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari memiliki 126 guru besar per tanggal 16 Desember 2024 dan Universitas Tadulako Palu sebanyak 109 guru besar.
| UMI Raih Best Stand dan Best Service and Education, Tegaskan Daya Tarik Kampus Unggul |
|
|---|
| UMI Makassar Satu-satunya PTS Masuk 8 Kampus Terbaik Indonesia Timur Versi Webometrics 2026 |
|
|---|
| Hadiri Taklimat Presiden RI, Rektor UMI: Kampus Berpikir Seperti Negara Demi Masa Depan Indonesia |
|
|---|
| IKA FTI UMI Sulbar Periode 2023-2027 Resmi Terbentuk |
|
|---|