Rabu, 27 Mei 2026

Berita Polman

Jembatan Putus, Warga Tapua Polman Gunakan Rakit Bambu untuk Menyebrang

Sebagai solusi darurat, anggota Kodim 1402/Polman bersama warga bergotong royong membangun rakit bambu yang kini mulai difungsikan.

Tayang:
Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Jembatan Putus, Warga Tapua Polman Gunakan Rakit Bambu untuk Menyebrang
Tribun-Sulbar.com/Fahrun Ramli
JEMBATAN PUTUS - Warga menggunakan rakit bambu untuk menyebrangi Sungai Masunni di Desa Tapua, Kecamatan Matangga, Kabupaten Polman,Sabtu (24/5/2025). Cara itu merupakan alternatif untuk menyebrangi sungai setelah putusnya jembatan penghubung. 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN – Warga Desa Tapua, Kecamatan Matangga, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), kini menggunakan rakit bambu untuk menyeberangi Sungai Masunni setelah jembatan penghubung di wilayah tersebut putus akibat banjir.

Jembatan sepanjang 35 meter itu putus usai Sungai Masunni meluap akibat hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak sepekan terakhir.

Kejadian ini mengakibatkan empat dusun di Desa Tapua sempat terisolir.

Baca juga: Jembatan Putus, 4 Dusun di Tapua Polman Terisolir dan Warga Buat Rakit Seberangi Sungai

Sebagai solusi darurat, anggota Kodim 1402/Polman bersama warga bergotong royong membangun rakit bambu yang kini mulai difungsikan.

“Ini solusi cepat agar aktivitas warga tidak terhenti. Kita gotong royong bersama masyarakat,” ujar Danramil 1402-02/Wonomulyo, Kapten Inf Subarkah, Sabtu (24/5/2025).

Rakit sederhana itu dibuat dari batang bambu dan dapat digunakan oleh warga, termasuk anak sekolah dan pengendara sepeda motor, untuk menyeberang sungai.

Subarkah menyebut rakit tersebut hanya bersifat sementara sambil menunggu perbaikan jembatan.

“Akses ini sangat penting karena menjadi jalur utama bagi warga, pelajar, dan petani antar desa,” ujarnya.

Ia menekankan, pengawasan ketat dilakukan saat warga menyeberang menggunakan rakit, mengingat arus sungai yang tidak menentu.

“Demi keselamatan warga, utamanya anak sekolah, kami pantau dan bantu saat menyebrang,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tapua, Ahmad, sebelumnya menyampaikan,  empat dusun terdampak kini mengandalkan rakit untuk mobilitas harian.

Ia menyebut jembatan yang hanyut juga menjadi penghubung ke Desa Katimbang di Kecamatan Matangga.

"Jembatan itu baru diperbaiki pada tahun 2024 lalu setelah rusak akibat banjir. Namun sebagian kontruksinya masih menggunakan kayu dan besi,” jelas Ahmad.

Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa akibat banjir dan putusnya jembatan tersebut. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com: Fahrun Ramli

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved