Kasus TBC Sulbar
Dinkes Catat 4.091 Kasus TBC di Sulbar, Tertinggi Polewali Mandar
Dinkes Sulbar telah mengintegrasikan program penanggulangan TBC ke dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) serta Rencana Kerja (Renja).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Kabid-Penanganan-dan-Pengendalian-Penyakit-P2P-Dinas-Kesehatan-Sulbar-dr-Indahwati-Nursyamsi.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mencatat 4.091 kasus temuan penyakit Tuberkulosis (TBC) hingga Mei 2024 dari target 5.060 kasus yang ditetapkan.
Kabupaten Polewali Mandar (Polman) menjadi wilayah dengan temuan tertinggi, mencapai 1.392 kasus.
Disusul Mamuju dengan 1.084 kasus, Majene 611, Pasangkayu 438, Mamuju Tengah 383, dan Mamasa 183 kasus.
Baca juga: Dinkes Polman Catat 4 Bulan Terakhir 305 Warga Positif TBC, 6 Meninggal Dunia
“Beberapa kasus sudah mulai diobati. Penemuan kasus ini penting untuk memutus rantai penularan,” ujar dr. Indahwati Nursyamsi, Kabid Penanganan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sulbar, saat ditemui di ruang kerjanya, Kompleks Perkantoran Gubernur Sulbar, Senin (19/5/2025).
Penanggulangan TBC telah menjadi bagian penting dalam visi nasional yang ditargetkan tuntas pada 2030, sebagaimana tercantum dalam Asta Cita Presiden Prabowo.
Di tingkat daerah, penanganan TBC juga masuk dalam prioritas visi-misi Gubernur Sulbar, terutama di bidang peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Dinkes Sulbar telah mengintegrasikan program penanggulangan TBC ke dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) serta Rencana Kerja (Renja).
Program ini meliputi sosialisasi, skrining, peningkatan kapasitas masyarakat, hingga pengadaan alat diagnostik seperti mikroskop dan Tes Cepat Molekuler (TCM).
“Untuk pendanaan, sebagian besar masih dibantu oleh Global Fund sambil menunggu dukungan penuh dari APBD,” kata dr. Indah.
Global Fund juga mendukung penyediaan alat kesehatan dan klaim pemeriksaan TBC di layanan kesehatan.
Meski belum seluruh puskesmas memiliki alat TCM, distribusinya dilakukan secara bertahap.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap penularan, terutama dengan menerapkan isolasi mandiri bagi pasien TBC.
“Tentu jangan melakukan kontak langsung dengan penderita, baik itu di keluarga maupun lingkungan sekitar,” tegas dr. Indah.(*)
Laporan Reporter Tribun Sulbar Suandi
Kasus TBC Sulbar
Polewali Mandar
Sulawesi Barat
Tuberkulosis (TBC)
dr Indahwati Nursyamsi
Dinkes Sulbar
| Deteksi Dini Ditemukan 595 Kasus TBC di Sulbar Hingga Maret 2026 Majene Lonjakan Tertinggi |
|
|---|
| Mamuju Daerah Temuan Kasus TBC Tertinggi di Sulbar Capai 97,4 Persen |
|
|---|
| Penemuan Kasus TBC di Sulbar Oktober 2025 Capai 64,3 Persen, Mamuju Tertinggi |
|
|---|
| Kasus TBC di Sulbar Capai Estimasi 5.000, Dinkes Gencar Sosialisasi Penemuan Kasus |
|
|---|
| Polman Penderita Penyakit TBC Terbanyak di Sulbar, hingga Mei 1.392 Kasus |
|
|---|