Senin, 4 Mei 2026

Doa Islam

Hati dan Pikiran Sedang Tidak Tenang? Baca Doa Ini, Lengkap Artinya

Seperti lirik lagu 'Tombo Ati' yang dipopulerkan Opick, berkumpul dengan orang sholeh dalam bersama-sama mencari ilmu

Tayang:
Editor: Munawwarah Ahmad
zoom-inlihat foto Hati dan Pikiran Sedang Tidak Tenang? Baca Doa Ini, Lengkap Artinya
Tribun Kaltim
ILUSTRASI Berdoa - Bacaan doa saat hati dan pikiranmu tidak tenang. 

TRIBUN-SULBAR.COM - Hati dan pikiranmu sedang tidak tenang?

Berikut bacaan doa agar hati dan pikiranmu tenang.

Bacaan doa menenangkan hati dan pikiran ini sudah dilengkapi dengan terjemahannya. 

Baca juga: MAU Puasa Senin? Ini Bacaan Niatnya dan Kamu Dapat Pahala Jika Mengerjakannya

Baca juga: Baca Doa Ini Agar Terhindar dari Ancaman dan Kejahatan

Ada beberapa alternatif lafaz atau bacaan doa penenang hati dan pikiran yang bisa Sobat Tribun Sulbar.com amalakan.

Beberapa di antaranya sebagaimana dikutip dari laman Rumaysho dan juga Tribun Jogja, beberapa doa penenang hati dan pikiran yang dianjurkan untuk dibaca adalah dari apa yang pernah diajarkan Rasulullah SAW

Sebagaimana hadist Rasulullah SAW yang berbunyi :

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika mengalami kesulitan, beliau mengucapkan:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ العَظِيمُ الحَليمُ ، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ العَرْشِ العَظِيْمِ ، لاَ إلهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ، وَرَبُّ الأَرْضِ، وَرَبُّ العَرْشِ الكَرِيمِ )) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ .

Latin: LAA ILAAHA ILLALLOH AL-‘AZHIIM AL-HALIIM, LAA ILAAHA ILLALLOH ROBBUL ‘ARSYIL ‘AZHIIM. LAA ILAAHA ILLALLOH, ROBBUS SAMAAWAATI WA ROBBUL ARDHI WA ROBBUL ‘ARSYIL KARIIM.

Artinya: Tiada ilah (sesembahan) yang berhak disembah selain Allah yang Maha Agung dan Maha Santun. Tiada ilah(sesembahan) yang berhak disembah selain Allah, Rabb yang menguasai ‘arsy, yang Maha Agung. Tiada ilah(sesembahan) yang berhak disembah selain Allah – (Dia) Rabb yang menguasai langit, (Dia) Rabb yang menguasai bumi, dan (Dia) Rabb yang menguasai ‘arsy, lagi Mahamulia]. (HR. Bukhari dan Muslim)

Adapun alternatif doa penenang hati dan pikiran lainnya yang juba bisa dibaca termasuk untuk doa sholat Tahajud dan dzikir setelahnya yakni:

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ نَفْسًا بِكَ مُطْمَئِنَّةً، تُؤْمِنُ بِلِقَائِكَ، وَتَرْضَى بِقَضَائِكَ، وَتَقْنَعُ بِعَطَائِكَ

Latin: Allahumma inni as-aluka nafsan bika muthma-innah, tu’minu biliqo-ika wa tardho bi qodho-ika wataqna’u bi ’atho-ika.

Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu jiwa yang merasa tenang kepada-Mu, yang yakin akan bertemu dengan-Mu, yang ridho dengan ketetapan-Mu, dan yang merasa cukup dengan pemberian-Mu.”

Doa ini diriwayatkan Imam Thabrani dari Abu Umamah, dia berkata;

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ قَالَ لِرَجُلٍ قُلِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ نَفْسًا بِكَ مُطْمَئِنَّةً ، تُؤْمِنُ بِلِقَائِكَ ، وَتَرْضَى بِقَضَائِكَ , وَتَقْنَعُ بِعَطَائِكَ

Artinya: “Sesungguhnya Nabi SAW. berkata (mengajari) seseorang. Katakanlah, ‘Allahumma inni as-aluka nafsan bika muthma-innah, tu’minu biliqo-ika wa tardho bi qodho-ika wataqna’u bi ’atho-ika.’”

Doa Penenang Hati dan Pikiran sebagai Alternatif Dzikir dan Doa Sesudah Sholat Tahajud

Sholat Tahajud adalah satu di antara amalan sunnah yang sangat dianjurkan dikerjakan oleh seorang Muslim

Terutama bila Anda menghendaki ketenangan jiwa, hati dan pikiran

Serta berharap dengan bantuan dari Allah SWT dalam menghadapi kehidupan

Satu di antara keutamaan yang masyhur dari Sholat Tahajud adalah di mana waktu mengerjakan sholat sunnah yang utama ini merupakan waktu mustajab

Alias waktu utama di mana doa dan setiap pinta lebih muda dikabulkan.

Dengan demikian, berdasarkan dalil umumnya keutamaan berdoa termasuk bedoa di waktu mustajab, tak ada salahnya membaca doa penenang hati dan pikiran di atas sebagai dzikir dan doa sesudah Sholat Tahajud

Sehingga dengan membacanya sebagai satu di antara bacaan yang dibaca sebagai dzikir dan doa sesudah Sholat Tahajud maka ketentraman hati yang diharapkan bisa didapatkan

Lakukan Amalan Berikut Ini Agar hati dan Pikiran Selalu Tenang

Dirangkum dari berbai sumber termasuk laman Muslim.id Syaikh Dr. Sa’ad bin Nashir al Syatsry dalam kitab “Hayâtu al Qulûb” menjelaskan berbagai langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk meraih ketenangan hati dan pikiran.

Berikut beberapa langkahnya:

 Berkumpul Bersama Orang Sholeh dalam Mencari Ilmu

Seperti lirik lagu 'Tombo Ati' yang dipopulerkan Opick, berkumpul dengan orang sholeh dalam bersama-sama mencari ilmu bisa menghadirkan ketenangan hati.

Hal ini sebagaimana keterangan dari hadist Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berbunyi :

« مَا اجتمعَ قَوم في بيت من بُيُوتِ الله تباركَ وتعالى يَتْلُونَ كتابَ الله عزَّ وجلَّ ، ويَتَدَارَسُونَهُ بينهم ، إِلا نزلت عليهم السكينةُ ، وَغَشِيَتْهم الرحمةُ ، وحَفَّتْهم الملائكة ، وذكرهم الله فيمن عنده »

Artinya: “Tidaklah suatu kaum berkumpul sebuah rumah Allah tabaraka wa ta’ala, mereka membaca Kitabullah azza wa jalla, mempelajarinya sesama mereka, melainkan akan turun kepada mereka sakinah, rahmat akan meliputi mereka, para malaikan akan mengelilingi mereka dan Allah senantiasa menyebut-nyebut mereka dihadapan malaikan yang berada di sisi-Nya.” (HR Muslim)

Berdoa

Membaca doa penenang hati dan pikiran adalah hal yang dianjurkan.

Hal ini sebagaimana kisah saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat pernah mengulang-ulang kalimat doa berikut dalam perang ahzab.

Di mana lafaz doa penenang hati dan pikiran yang dibaca oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat yakni sebagai berikut :

فَأَنْزِلَنَّ سَكِيْنَةً عَلَيْنَا وَثَبِّتِ الأَقْدَامِ إِنْ لَاقِينَا

Artinya “Maka turunkanlah ketenangan kepada kami, Serta teguhkan lah kaki-kaki kami saat kami bertemu (musuh)”

Membaca Alquran

Membaca Alquran juga bisa menjadi cara untuk mendapatkan ketenangan hati dan pikiran.

Hal ini sebagaimana keterangan dari hadist Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang bersabda:

« تِلْكَ السَّكِينَةُ تَنَزَّلَتْ بِالْقُرْآنِ »

Artinya: “Ia adalah ketenangan yang turun karena al Qur`an.” (HR Bukhari, HR Muslim)

Memperbanyak Dzikir Kepada Allah SWT.

Memperbanyak dzikir kepada Allah SWT alias dzikrullah juga bisa menjadi cara untuk mendapatkan ketenangan hati.

Hal ini sebagaimana termaktub dalam Alquran, di mana Allah SWT berfirman:

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Artinya: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Al Ra’du [13]: 28)

Menghindar dari Berbagai Perkara Syubhat.

Menjaga sikap kehati-hatian alias Wara' dari perkara-perkara yang tidak jelas alias Syubhat menjadi upaya lain menghadirkan ketenangan hati.

Hal ini sebagaimana hadist Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berbunyi :

الْبِرُّ مَا سَكَنَتْ إِلَيْهِ النَّفْسُ وَاطْمَأَنَّ إِلَيْهِ الْقَلْبُ وَالإِثْمُ مَا لَمْ تَسْكُنْ إِلَيْهِ النَّفْسُ وَلَمْ يَطْمَئِنَّ إِلَيْهِ الْقَلْبُ وَإِنْ أَفْتَاكَ الْمُفْتُونَ

Artinya: “Kebaikan itu adalah yang jiwa merasa tenang dan hati merasa tentram kepadanya. Sementara dosa adalah yang jiwa meresa tidak tenang dan hati merasa tidak tentram kepadanya, walaupun orang-orang mememberimu fatwa (mejadikan untukmu keringanan).” (HR Ahmad)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved