Senin, 20 April 2026

Sapi Kurban Prabowo

Sapi Kurban Presiden Prabowo 1,1 Ton Seharga Rp123 Juta di Polman Mendadak Sakit, Batal Dibeli

Dedi Irawan menjelaskan, awalnya melihat nafas sapinya sempat tersendat, nampak kecapean sebelum kemudian ambruk

Tayang:
Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Ilham Mulyawan
zoom-inlihat foto Sapi Kurban Presiden Prabowo 1,1 Ton Seharga Rp123 Juta di Polman Mendadak Sakit, Batal Dibeli
fahrun Ramli Tribun Sulbar
SAPI PRESIDEN PRABOWO SAKIT - Satu ekor sapi yang dipinang Presiden Prabowo Subianto di Desa Kebunsari, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) tiba-tiba ambruk diduga karena sakit, Kamis (15/5/2025). Sapi jenis Simental seberat 1,1 ton diberi nama Turbo, umur 5,5 tahun ini terpaksa dipotong lebih awal. Dok Fahrun 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Sapi jenis Simental dengan berat 1,1 ton Bernama Turbo yang rencananya akan menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto ambruk pada Kamis (15/5/2025) diduga karena sakit.

Sapi ini diterbakkan di sebuh peternakan di Desa Kebunsari,  Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar).

Sehingga sapi milik peternak bernama Dedi Irawan dengan harga Rp123 juta itu tak jadi dibeli Presiden Prabowo.

Padahal sapi ini merupakan salah satu pilihan utama bidang peternakan, Dinas Pertanian Polman, untuk dibeli sekretariat presiden dan rencananya akan dikurbankan untuk masyarakat Sulbar.

Dedi Irawan bersama warga sekitar langsung menyembelih sapi Simental ini.

Baca juga: Presiden Prabowo Beli 4 Sapi Kurban di Polman Total Harga Rp408 Juta Jenis Simental dan Limosin

Baca juga: Sapi Bernama Turbo, Rambo, Ciko dan Gembul dari Wonomulyo Polman Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo

Petugas kesehatan dokter hewan Dinas Pertanian Polman juga langsung memeriksa sapi tersebut.

Dedi Irawan menjelaskan, awalnya melihat nafas sapinya sempat tersendat, nampak kecapean.

"Napasnya seperti kecapean, beberapa menit tidur lagi, kemudian berdiri lagi, terus saya mandikan," ungkap Dedi Irawan kepada wartawan.

Usai melihat nafas sapinya tersendat-sendat, ia berinisiatif untuk segera memandikannya.

Dedi sempat meninggalkan sapinya itu, lalu ia mendengar bunyi jatuh di kandang, ternyata sapi roboh.

Sehari sebelumnya, kata Dedi tidak ada gejala seperti itu yang diderita sapi peliharanya ini.

"Tapi paginya saya heran kenapa kondisinya begini, padahal malamnya bagus, makannya kemarin juga bagus," ungkap Dedi.

Dia menduga sapinya itu tiba-tiba sakit buka karena faktor makanan yang sempat diberikannya.

Lantaran sapi lain berada di kandang yang sama tidak mengalami gejala atau sakit serupa.

Sementara itu, kepala bidan peternakan, Dinas Pertanian Polman, Samio berencana mencari satu ekor sapi lagi untuk menggantikan Turbo yang sudah disembelih.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved