Ancaman Abrasi
Abrasi Ancam Gerus Tanah Pinggir Sungai Desa Maponu Pasangkayu, Warga Makin Resah
Kondisi ini telah menimbulkan kekhawatiran bagi warga setempat. Terutama bagi warga yang memiliki kebun di dekat sungai tersebut.
Penulis: Taufan | Editor: Ilham Mulyawan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Abrasi-sungai.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU - Kondisi tanah di pinggir sungai Desa Maponu, Kecamatan Sarjo, Kebupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat terus menerus mengalami abrasi.
Penyebabnya digerus air sungai, apalagi ketika kondisi air sedang pasang, maka abrasi tersebut semakin meningkat.
Kondisi ini telah menimbulkan kekhawatiran bagi warga setempat.
Terutama bagi warga yang memiliki kebun di dekat sungai tersebut.
Pantauan Tribun-Sulbar.com di lokasi, tanah yang terus-terusan terkikis itu telah mengancam kebun milik warga.
Baca juga: Remaja Usia 16 Tahun di Polman Diciduk Polisi Usai Mengancam Pakai Pedang Katana Berawal Geber Motor
Baca juga: JPU Ajukan Banding Vonis Rendah ASN Polman Kasus Pencabulan Anak, Tuntutan 12 Tahun Vonis 1 Tahun
Beberapa pohon kelapa milik warga di samping sungai nampak rubuh, bersama longsoran tanah.
Selain itu, lokasi sungai yang berada di dekat jembatan jalan poros, juga dikhawatirkan turut mengancam jembatan itu.
Sebagian tiang jembatan juga nampak retak, akibat pengaruh dari abrasi tersebut.
Bukan hanya itu, tak jauh dari sungai, terdapat dua rumah warga.
Sehingga, juga dikhawatirkan turut mengancam keselamatan warga tersebut.
"Ini sangat mengkawatirkan, karena kondisinya semakin parah," kata Taslim, salah satu warga saat ditemui di lokasi.
Katanya setiap air laut naik, tanah di pinggir sungai itu terus terkikis hingga beberapa senti meter.
"Dalam sehari mungkin dua kali air laut pasang, jadi tambah cepat tanahnya terkikis," ujarnya.
Hal ini menurutnya juga sudah pernah dibahas bersama aparat desa, akan tetapi masih belum ada perbaikan.
"Perlu dana besar untuk membuatkan tanggul atau bronjong di pinggir sungai itu, karena lumayan panjang," ucapnya.
Dia berharap agar kondisi ini dapat segera teratasi, agar para warga dapat kembali merasa aman.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Taufan
| Kronologi Berdasarkan Laporan Polisi Dugaan Pengeroyokan dan Tuduhan Pemaksaan di Pasangkayu |
|
|---|
| Klarifikasi Polisi Dugaan Kekerasan Anak di Pasangkayu, Polres Sebut Pemberitaan Tak Sesuai Fakta |
|
|---|
| Gadis 17 Tahun di Pasangkayu Melapor, Ngaku Dipaksa Minum Miras oleh Oknum Polisi |
|
|---|
| Buka Raker IKAL, SDK Sebut Pertanian dan Penegakan Hukum Kunci Kemajuan Sulbar |
|
|---|
| RAT Koperasi Kelurahan Merah Putih Rimuku Mamuju Susun Langkah Strategis 2026 |
|
|---|