Pasangakayu
Rumah dan Tempat Ibadah di Desa Karya Bersama Pasangkayu Terancam Ambruk Akibat Abrasi
Abrasi yang terjadi setiap tahun ini, kian mendekati pemukiman, bahkan juga mengancam tempat ibadah di dekat lokasi.
Penulis: Taufan | Editor: Abd Rahman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Kondisi-abrasi-pantai-di-Desa-Karya-Bersama.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU- Abrasi pantai akibat terjangan ombak di Desa Karya Bersama, Kecamatan Pasangkayu,Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar) kian mengancam pemukiman warga.
Abrasi yang terjadi setiap tahun ini, kian mendekati pemukiman, bahkan juga mengancam tempat ibadah di dekat lokasi.
Dari keterangan warga setempat,kawasan itu dulunya merupakan perkampungan,namun kini sudah menjadi laut.
Kondisi ini terus menimbulkan kekhawatiran bagi warga sekitar,apalagi ketika musim ombak besar.
Mengenai hal itu,Kepala Desa Karya Bersama Rahmanudin Arsyad saat dikonfirmasi,mulai angkat bicara.
Saat dikonfirmasi pada Sabtu (3/5/2025),dia menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi ini.
"Kami mewakili warga Desa Karya Bersama,berharap agar pemerintah daerah provinsi dan terkhusus kementrian,agar abrasi pantai yang ada di desa kami diperhatikan,"ucapnya.
Karena mengingat semakin hari,abrasi ini semakin parah, dan kali ini mengancam pemukiman dan tempat ibadah.
"Kami mohon dengan sangat,jangan sampai terjadi baru akan disesali," tambahnya.
Ia menambahkan, sudah beberapa kali menyebarkan kondisi ini kerap sosial media pribadinya.
"Akan tetapi sampai saat ini belum ada tanggapan dari pihak yang berwajib,saya sendiri selaku kepala desa tidak bisa berbuat banyak," katanya.
Baca juga: Potret Perjuangan Siswa SD di Lenggo Polman, Naik Rakit Sebrangi Sungai Demi ke Sekolah
Baca juga: Petani di Pasangkayu Kucurkan Uang Rp200 Juta Tanam Pisang Cavendish, Perusahaan Beli Rp4 Ribu
Ia sangat berharap adanya pembangunan tanggul di pantai, agar abrasi ini terus meluas.
Karena diketahui,abrasi pantai memiliki dampak yang luas, baik terhadap lingkungan maupun sosial ekonomi masyarakat pesisir.
Dampak utamanya meliputi penyusutan garis pantai,kerusakan hutan bakau,rusaknya infrastruktur,hilangnya tempat berkumpul ikan, gangguan habitat flora dan fauna, serta gangguan ekosistem laut dan perekonomian.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan
Abrasi Pantai
Abrasi Laut
Desa Karya Bersama
Pasangkayu
Kepala Desa Karya Bersama Rahmanudin Arsyad
Kabupaten Pasangkayu
Sulawesi Barat
| Yaumil Minta Kades di Pasangkayu Pertanggungjawabkan Dana Desa Transparan dan Tepat Sasaran |
|
|---|
| Tarian Siri Persimpangan Zaman Pukau Peserta Hardiknas 2026 di Pasangkayu |
|
|---|
| Setelah Dikabarkan Hilang, Lansia Ditemukan Tewas di Sungai Pakava Pasangkayu |
|
|---|
| Musrenbang RKPD 2027 Pasangkayu Digelar di Pantai, Kartini: Inovasi di Tengah Efisiensi |
|
|---|
| Menjerit Jelang Lebaran, Guru PPPK di Pasangkayu Merana, Gaji 3 Bulan Macet THR pun Nihil |
|
|---|