Kamis, 28 Mei 2026

Berita Pasangkayu

PROFIL Kepala Pelayanan Haji dan Umroh Pasangkayu, 7 Kali Gagal Daftar PSN dan Merantau ke Malaysia

Darwis juga sempat tidak lolos mendaftar pegawai di Pasangkayu sebanyak dua kali.

Tayang:
Penulis: Taufan | Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto PROFIL Kepala Pelayanan Haji dan Umroh Pasangkayu, 7 Kali Gagal Daftar PSN dan Merantau ke Malaysia
Taufan/Tribun-Sulbar.com
PROFIL - Kepala Pelayanan Haji dan Umroh Kemenag Pasangkayu, Darwis saat diwawancarai di kantor Pusat Pelayan Haji dan Umroh, Kemenag Pasangkayu, Jl Ir. Soekarno, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, Senin (14/4/2025), dia sempat menjadi petani selama 3 tahun, dan gagal daftar pegawai sebanyak 7 kali. 

TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU-Perkenalkan Darwis, Kepala Pelayanan Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) Pasangkayu.

Darwis lelaki kelahiran Pinrang, Sulawesi Selatan 8 Februari 1972.

Ia memulai pendidikannya di SD 151 Pinrang, dan lulus pada tahun 1986.

Kemudian lulus di SMPN 1 Enrekang pada tahun 1989, lulus SMA 374 Enrekang pada tahun 1992.

Baca juga: PROFIL Alamsyah, Kasat Polairud Polres Mamuju Tengah Pertama Tangkap Pelaku Ilegal Fishing

Ayah dari anak itu kemudian melanjutkan pendidikannya di Universitas Alauddin Makassar.

Lulus di UIN Alauddin Makassar S1 Fakultas Dakwah, pada tahun 1997.

Setelah lulus kuliah, Darwis sempat merantau ke Malaysia pada tahun 1999 selama 9 bulan, kemudian kembali ke tanah air.

Sepulangnya ke Indonesia, dia kemudian merantau ke Kabupaten Pasangkayu pada tahun 2003, karena melihat peluang pekerjaan di Kabupaten Pasangkayu lebih besar di banding di Sulawesi Selatan.

Di Pasangkayu sendiri, anak dari pasangan suami istri (Pasutri) Ambo Sangaba dan Nisa itu, menumpang di rumah adiknya, di Kecamatan Baras.

"Dulu saya sempat mendaftar menjadi pegawai di Makassar sebanyak 3 kali tapi tidak lolos, kemudian di Mamuju 2 kali juga tidak lolos," katanya.

Darwis juga sempat tidak lolos mendaftar pegawai di Pasangkayu sebanyak dua kali.

Akan tetapi pada tahun 2006, Darwis akhirnya lolos sebagai pegawai Kemenag, setelah 7 kali gagal.

Selama menunggu pendaftaran pegawai itu, Darwis bekerja sebagai petani di Kecamatan Baras selama 3 tahun, hingga membeli tanah di sana.

Darwis menikah dengan istrinya Nurhaini pada tahun 2013, dan dikaruniai 3 orang anak.

"Sebelum menjadi kepala Pelayanan Haji dan Umroh, dulunya saya terangkat pegawai hanya sebagai staf di Kemenag Pasangkayu," katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved