Kamis, 28 Mei 2026

Berita Pasangkayu

Tenaga Pendidik SDN 1 Pasangkayu Mogok Mengajar, Tuntut Kepala Sekolah Diganti

Mogok mengajar ini mereka lakukan dengan menggelar demo di depan sekolah.

Tayang:
Penulis: Taufan | Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Tenaga Pendidik SDN 1 Pasangkayu Mogok Mengajar, Tuntut Kepala Sekolah Diganti
Taufan/Tribun-Sulbar.com
GURU MOGOK MENGAJAR - Aksi mogok mengajar oleh 27 guru SDN 1 Pasangkayu, di depan sekolah SDN 1 Pasangkayu, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, Rabu (9/4/2025), aksi ini mereka lakukan untuk menyuarakan beberapa tuntutan, dan meminta agar kepala sekolah diganti. 

TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - 27 guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Pasangkayu, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, aksi mogok mengajar, Rabu (9/4/2025).

Mogok mengajar ini mereka lakukan dengan menggelar demo di depan sekolah.

Adapun aksi ini mereka lakukan, untuk menyuarakan beberapa tuntutan.

Baca juga: Suami di Pasangkayu Sulbar Minum Racun Rumput Usai Ditegur Istri Suka Beli Voucher Wifi

Baca juga: Sering Ditegur Istri & Mertua Akibat Selalu Beli Voucher Wifi, Pria di Pasangkayu Nekat Minum Racun

Termasuk mendesak Kepala SDN 1 Pasangkayu diganti.

Sebanyak 27 guru tersebut mengklaim, kepala sekolah tidak transparansi mengenai informasi keuangan sekolah, dan keputusan manajemen.

Pantauan Tribun-Sulbar.com, mereka nampak membawa spanduk denga tulisan "Kami Guru SDN 1 Pasangkayu menolak Pemimpin Otoriter Kasar dan Suka Mengancam Serta Tidak Transparansi Pengelolaan Dana Bos".

Akibat aksi ini, para siswa siswi SDN 1 Pasangkayu tidak dapat belajar di hari pertama masuk sekolah, usai cuti lebaran.

Sejumlah orangtua siswa juga nampak menjemput pulang anak-anak mereka.

Aksi ini sempat ricuh, karena sejumlah guru dari kubu kepala sekolah sempat merobek spanduk. 
Namun akhirnya mereda saat diamankan oleh sejumlah petugas.

Dari keterangan guru perwakilan aksi, total jumlah guru di SDN 1 Pasangkayu sebanyak 40.

"Kami 27 guru PNS yang menolak kepala sekolah, sisanya mendukung," ucapnya.

Dia mengungkapkan rasa khawatirnya terhadap alokasi dan pengeluaran dana sekolah, khususnya dengan biaya operasional dan kesejahteraan guru.

Aksi ini menurutnya sudah 8 kali mereka lakukan, namun sampai saat ini belum ada kejelasan .

"Kami tidak akan berenti mogok kerja, selama tuntutan kami belum dipenuhi," tegasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Pasangkayu, Abidin beserta Asisten I Pemkab Pasangkayu, Muliadi Halim kemudian datang ke lokasi, memberikan arahan kepada guru yang menggelar aksi mogok mengajar.

"Kami masih berusaha meredam, dan insyaallah permasalah ini akan segera kami selesaikan," ujar Abidin.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved