Berita Mamuju
Harga Ikan di Pasar Lama Mamuju Melonjak, Nelayan Belum Melaut
Kenaikan ini disebabkan oleh para nelayan belum melaut dan minimnya pasokan ikan masuk di pasar lama Mamuju tersebut.
Penulis: Andika Firdaus | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Ati-penjual-ikan-sedang-melayani-pembeli-di-Pasar-Lama-Mamuju.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM,MAMUJU - Harga ikan di Pasar Lama Jl Sintra Llamas, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir, Jumat (4/4/2025).
Kenaikan ini disebabkan oleh para nelayan belum melaut dan minimnya pasokan ikan masuk di pasar lama Mamuju tersebut.
Salah seorang pedagang ikan di Pasar Lama Mamuju, Ibu Ati (45) mengatakan, bahwa dirinya menaikkan harga ikan karena harga dari distributor sudah naik.
Baca juga: Pasca Lebaran, Harga Ikan di Pasar Topoyo Mamuju Tengah Melonjak Tinggi
"Mau tidak mau, saya harus naikkan harga ikan, karena harga yang saya dapat juga sudah tinggi,"ungkap Ati saat ditemui distand dagangannya.
Ati mengatakan, kenaikan harga ikan ini sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir.
Kenaikan harga ikan ini bervariasi, tergantung jenis ikannya.
"Untuk ikan banjar, biasanya saya jual Rp45 ribu per kilogram, sekarang naik menjadi Rp 50 ribu Untuk ikan nila, biasanya saya jual Rp 40 ribu per kilogram, sekarang naik menjadi Rp 40 ribu, dan Ikan cepa Rp60 ribu satu ekor,"katanya.
Lanjut Ati sementara ikan lainnya seperti, bolu besar Rp45 ribu per kilogram, Bolu kecil Rp35 ribu per kilogram, cepa Rp110 ribu satu ekor, cepa Rp60 per potong, nila kecil Rp35 ribu per kilogram, dan Bete-bete Rp50 ribu satu ikat.
Selain itu ada faktor lain mempengaruhi harga ikan naik, yakni hasil tangkapan ikan menurun, sehingga pasokan ikan ke pasar juga berkurang.
"Ya kan ini musim lebaran mungkin parah nelayan masih menikmati suasana bersama keluarga,"ungkapnya.
Ati mengungkapkan, kemungkinan dua hari kedepan harga ikan di pasar lama tersebut kembali normal.
"Saya tadi lewat daerah pantai dan sudah banyak nelayan yang keluar melaut," ungkapnya.
Ati mengatakan, kenaikan harga ikan ini tentu saja berdampak pada daya beli masyarakat.
"Mereka harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk membeli ikan, apalagi beberapa hari ini selalu makan daging ayam pasti bosan, jadi mau tidak mau tetap beli,"tutupnya. (*).
Laporan wartawan Tribun Sulbar Andika Firdaus
| Warga Tapalang Cekcok Masalah Harta Warisan, Damai di Kantor Polisi |
|
|---|
| Urai Kemacetan di SPBU Kali Mamuju Polisi Minta Sopir Truk Antre Solar di SPBU Lain |
|
|---|
| Warga Paraili Mamuju Tengah Mengaku Dihipnotis OTK, Uang Rp15 Juta Raib |
|
|---|
| Bayi Satu Tahun di Mamuju Tengah Hanyut Terseret Arus Sungai, Ditemukan Meninggal Dunia |
|
|---|
| Pangkalan LPG 3 Kg di Mamuju Perketat Penjualan Jelang Iduladha 1447 Hijriah, Wajib Bawa KTP |
|
|---|