Kasus Bunuh Diri
Warga Majene Diduga Akhiri Hidup Dikenal Sosok Pendiam dan Murah Senyum
Pria yang dikenal pendiam namun murah senyum ini ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Jumat (21/3/2025) saat waktu sahur.
Penulis: Anwar Wahab | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Ilustrasi-bunuh-diri.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE – Kepergian I (27), warga Kecamatan Tammerodo Sendana, Kabupaten Majene, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga.
Pria yang dikenal pendiam namun murah senyum ini ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Jumat (21/3/2025) saat waktu sahur.
Bagi masyarakat setempat, almarhum bukanlah pribadi yang banyak bicara.
Tetapi kehadirannya selalu dikenang dengan keramahan dan murah senyum setiap kali bertemu.
Baca juga: BREAKING NEWS: Pria di Punaga Tammerodo Ditemukan Tak Bernyawa Usai Sahur, Diduga Akhiri Hidup
"Dia memang pendiam, tapi selalu menyapa dengan senyum kalau bertemu. Tidak pernah terlihat marah atau menunjukkan tanda-tanda sedang ada masalah," ujar salah satu kerabat korban inisial M.
Lebih lanjut ia mengatakan, kepribadiannya yang tenang membuat banyak orang tak menyangka akan kepergiannya yang begitu mendadak.
Ia menambahkan bahkan, dalam kesehariannya, almarhum dikenal sebagai sosok yang menghormati orang lain dan tidak pernah menimbulkan masalah di lingkungannya.
"Banyak orang yang tidak menyangka, tapi kita do'akan saja semoga tenang di alam sana, " tutupnya.
Sebelumnya diberitakan, seorang pria berinisial I (27), warga di Kecamatan Tammerodo Sendana, Kabupaten Majene, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di kamar rumahnya pada Jumat, (21/3/ 2025).
Kejadian ini mengejutkan warga setempat, terutama karena korban masih sempat makan sahur bersama keluarganya sebelum ditemukan tewas.
Kapolsek Sendana, Iptu H. Ashari, mengungkapkan bahwa korban sebelumnya masih berkomunikasi dengan seorang perempuan di Palu sekitar pukul 15.00 WITA.
Ia juga berbuka puasa, melaksanakan salat Maghrib, dan ikut makan sahur bersama keluarganya sekitar pukul 03.00 WITA.
"Namun, beberapa jam kemudian, ketika orang tuanya mencarinya, korban sudah ditemukan dalam kondisi tergantung di dalam kamar, " kata Kapolsek Sendana saat dikonfirmasi Tribun Sulbar.com via telepon.
Lebih lanjut ia mengatakan, piihak kepolisian telah menawarkan otopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian, tetapi pihak keluarga menolak.
"Keluarga korban sangat tidak ingin kematian almarhum dibeberkan, " lanjut Kapolres.
| 9 Kasus Akhiri Hidup di Polman 2025 dan 2 Kasus Awal 2026 Psikolog Sebut Penyebabnya Depresi Berat |
|
|---|
| Pekan ke-1 Hingga Ke-3 Januari 2026 Terjadi 2 Kali Kasus Akhiri Hidup di Polman |
|
|---|
| 2 Kasus Akhiri Hidup di Sulbar Hari yang Sama, Psikolog Duga Korban Stres karena Masalah Dipendam |
|
|---|
| Pria di Enrekang Sulsel Akhiri Hidup Diduga Depresi |
|
|---|
| Polisi Selidiki Kasus Pria di Tammerodo Sendana Meregang Nyawa Diduga Akhiri Hidup |
|
|---|