Jumat, 22 Mei 2026

Ramadan 2025

Bacaan Niat Puasa Ramadan Mudah Dihafal, Lengkap Terjemahan

“Barangsiapa yang tidak berniat puasa pada malam hari sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya,” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majjah).

Tayang:
Editor: Munawwarah Ahmad
zoom-inlihat foto Bacaan Niat Puasa Ramadan Mudah Dihafal, Lengkap Terjemahan
Tribunnews.com
Ilustrasi Ramadan - Membaca niat puasa adalah rukun puasa. Berpuasa namun tidak ada niat maka puasanya tidak sah. Hal tersebut dijelaskan dalam hadis Rosulullah SAW “Barangsiapa yang tidak berniat puasa pada malam hari sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya,” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majjah). 

Jika tidak hafal lafal lafadz niat puasa bahasa arab cukup dengan menggunakan bahasa sendiri namun makna dan tujuannya sama.

Setelah mengetahui lafadz niat puasa baik secara tulisan arab maupun latin dan artinya. Maka perlu juga diketahui terkait rukun puasa ramadan.

Karena rukun ini penting bila tidak paham dan tidak dikerjakan maka puasa yang dilakukan dari terbit fajar sampai maghrib akan sia-sia.

Petugas falakiyah melakukan ru'yatul hilal (melihat hilal) untuk menentukan awal bulan ramadan 1443 Hijriah menggunakan teropong di Masjid Al-Musyariin, Basmol, Kembangan, Jakarta Barat, Jum'at (1/4/2022). Dalam pemantauan tim di lokasi tersebut tidak mendapatkan atau tidak tampak hilal. (Tribunnews/Jeprima)
Didalam artikel ini akan dituliskan dan dijelaskan singkat terkait rukun puasa ramadan yang diambil dari kitab “Fathul Qorib”.

Niat

Niat merupakan rukun puasa yang dilakukan saat malam hari hingga sebelum masuknya waktu subuh yakni bagi yang melaksanakan puasa wajib baik ramadan maupun puasa Nazar.

Menahan Diri Dari Makan Dan Minum

Rukun puasa ramadan yang selanjutnya adalah Menahan Diri Dari Makan Dan Minum. Tidak ada dalih makan sedikit atau banyak jika sudah masuk makanan atau minuman melalui rongga tubuh maka puasanya batal. “Jika hal tersebut disengaja”

Bagi umat muslim yang belum tahu hukum dalam artian baru saja masuk islam atau tinggalnya jauh dari ulama maka hal diatas tidak berlaku.

Tidak Melakukan Jima’ / Hubungan

Rukun Puasa ramadan yang ketiga yakni tidak melakukan jima’ atau hubungan antara suami istri dengan sengaja atau dalam keadaan sadar.

Bagi yang melakukannya maka puasanya batal dan akan dikenai hukuman duabulan melakukan puasa secara berturut-turut.

Berbeda dengan ummat muslim yang berpuasa namun ia lupa dan melakukan hubungan suami istri kemudian ia tinggalkan jima’nya maka puasanya tidak batal.

Menahan Diri Dari Muntah Dengan Sengaja

Rukun Puasa ramadan yang selanjutnya adalah menahan diri dari muntah yang sengaja. Hal tersebut bisa membatalkan puasa bagi yang memang sengaja melakukannya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved