Rabu, 3 Juni 2026

Berita Mamuju Tengah

Kasus Bully Anak Sekolah Dasar di Mamuju Tengah Damai Setelah Dimediasi Dinas Pendidikan

Dalam mediasi berlangsung di rumah korban anak berinisial Z (kelas 2 SD), tercapai kesepakatan damai.

Tayang:
Penulis: Sandi Anugrah | Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Kasus Bully Anak Sekolah Dasar di Mamuju Tengah Damai Setelah Dimediasi Dinas Pendidikan
Sandi Anugrah/Tribun-Sulbar.com
Kasus Bullying - Sejumlah pihak terkait hadir di kediaman anak dugaan korban bullying di sekolahnya di Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Minggu (23/2/2025). Hasil mediasi, keduanya sepakat damai. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Dinas Pendidikan Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mediasi pelaku dan korban kasus bullying di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Mamuju Tengah.

Dalam mediasi berlangsung di rumah korban anak berinisial Z (kelas 2 SD), tercapai kesepakatan damai.

Mediasi dihadiri langsung Plt Kepala Dinas Pendidikan Mateng, Marhuding, pihak Dinsos, Pihak Perlindungan Anak, Pihak Sekolah serta kedua orang tua pelaku dan korban.

Baca juga: VIRAL di Medsos Video Bocah SD di Mamasa Bully dan Pukuli Temannya

Kepada Tribun-Sulbar.com, Minggu (23/2/2025), Marhuding mengatakan, setelah dilakukan upaya mediasi keduanya sepakat berdamai.

"Alhamdulillah, pihak keluarga korban dan pelaku sudah sepakat berdamai dan tidak akan memperpanjang masalah ini," ujar Marhuding.

Menurutnya, kedua pihak menyepakati untuk tidak melanjutkan kasus ini ke ranah hukum.

Selain itu ia menegaskan, untuk menghindari kejadian serupa pihaknya akan memperkuat tim khusus menangani kasus bullying di lingkungan sekolah.

"Kami akan melakukan proses peningkatan kapasitas terhadap tim khusus pencegahan bullying atau perundungan di sekolah agar kejadian serupa tidak terjadi," pungkasnya.

Pihaknya juga telah menyampaikan kepada Kepala Sekolah, Guru-guru dan Wali Kelas bahwa selama jam sekolah siswa merupakan tanggung jawab penuh mereka.

"Selama siswa masih jam sekolah, kami meminta kepada seluruh pihak sekolah untuk betul-betul melakukan proses pengawasan dan tidak membiarkan ada celah kasus bullying antar siswa," kuncinya.

Sebelumnya viral sebuah postingan orang tua siswa di media sosial Facebook, memperlihatkan anaknya diduga mengalami bullying terhadap kakak kelasnya.

Hingga, postingan tersebut ditanggapi ramai netizen.

Namun, dugaan kasus bullying tersebut sudah berakhir damai, dimediasi oleh Dinas Pendidikan dan Dinas terkait lainnya seperti Dinas Sosial dan Dinas Perlindungan Anak. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Sandi Anugrah

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved