Berita Mamuju
2 Hal Sebabkan Hotel di Mamuju Terancam PHK Banyak Karyawan, Ada Faktor Lain Selain Efisiensi
Pengusaha hotel di wilayah Jawan dan Makassar juga banyak merasakan hal yang sama soal pemangkasan anggaran ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Mall-dan-Matos-Mamuju-di-Jl-Yos-Sudarso-Kelurahan-Binanga-Kecamatan-Mamuju.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Ternyata ada faktor lain sebabkan pihak hotel di Mamuju akan rumahkan karyawan.
Bukan hanya faktor efisiensi anggaran ala Presiden Prabowo, tapi ada dua faktor lain jadi sebabnya.
Penyebab lain ini disampaikan Manager Hotel Matos Mamuju Yudhi Bakaria.
Baca juga: Ketua Partai Pengusung SDK - Salim di Pilgub Sulbar Dipastikan Berangkat ke Jakarta Lihat Pelantikan
Baca juga: Hotel Maleo Akan PHK Karyawan Imbas Efisiensi Ala Prabowo
Saat ini okupansi atau jumlah kamar hotel terpakai turun hingga 70 persen.
"Kalau yang dirasakan ya pasti berdampak sekali yah, karena kita tahu di Mamuju itu sektor wisata belum bisa menopang sisi lainya (tingkat pengunjung hotel). Beda dengan di Bali disana pusat wisata," ungkap Yudhi saat dikonfirmasi Tribun-Sulbar.com, Sabtu (15/2/2025).
Menurut Yudhi, market perhotelan di Mamuju itu betul-betul mengandalkan kegiatan bisnis dan kegiatan pemerintahan.
Bahkan tidak hanya di Mamuju, pengusaha hotel di wilayah Jawan dan Makassar juga banyak merasakan hal yang sama soal pemangkasan anggaran ini.
"Ya kalau dibilang terdampak ya sudah pasti terdampak yah," ujarnya.
Namun kata dia,pengurangan karyawan hotel pihaknya belum melakukan itu, karena dia masih mengkaji dan melihat sampai dimana kebijakan ini akan berlangsung.
Tetapi saat ini,pihaknya sudah melakukan preventive dari sisi energi kost,sisi penggunaan barang-barang itu mulai dikurangi sampai 50 persen.
"Untuk karyawan pasti kita akan lakukan pengurangan kalau memang nanti kebijakan efisiensi bersifat panjang dan mulai berdampak besar pada operasional kami," bebernya.
Dia menambahkan, kebijakan ini diluar dari prediksi dari pihak perhotelan,sebab mereka mengira pasca pemilu tingkat okupansi itu tambah meningkat.
"Waktu bulan lalu okupansi kamar itu mencapai 70 sampai 50 persen, kalau okupansi meeting itu sampai 40 -60 persen. Kalau sekarang tamu kamar hotel turun menjadi 20 persen," pungkasnya.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Abd Rahman
| Harga Ganti Oli Mesin di Mamuju Tengah Naik Rp10 Ribu |
|
|---|
| Polisi Tegaskan Isu Penculikan Anak di Kalumpang Mamuju Hoaks, Ini Fakta Sebenarnya |
|
|---|
| Papan Larangan Tangkap Ikan di Tanjung Ngapo Mamuju Bikin Geger, Hanya Penduduk Desa Dungkait Bisa? |
|
|---|
| Pria di Mamuju Diciduk Polisi Kepergok Penghuni Kosan Wanita Dalih Tutup Pintu Kamar |
|
|---|
| 2 Saudara Kandung di Tapalang Mamuju Berselisih Gara-gara Harta Warisan Tanah Didamaikan Polisi |
|
|---|