Jumat, 29 Mei 2026

Berita Mamuju

2 Hal Sebabkan Hotel di Mamuju Terancam PHK Banyak Karyawan, Ada Faktor Lain Selain Efisiensi

Pengusaha hotel di wilayah Jawan dan Makassar juga banyak merasakan hal yang sama soal pemangkasan anggaran ini.

Tayang:
Editor: Munawwarah Ahmad
zoom-inlihat foto 2 Hal Sebabkan Hotel di Mamuju Terancam PHK Banyak Karyawan, Ada Faktor Lain Selain Efisiensi
Tribun-Sulbar.com/Abd Rahman
HOTEL MATOS MAMUJU - Mall dan Matos Mamuju di Jl Yos Sudarso, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), Sabtu (15/2/2025). Pengusaha hotel berbintang di Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) langsung terimbas akibat efisiensi anggaran yang dilakukan oleh pemerintah pusat.Seperti halnya dirasakan manajemen Hotel Matos Mamuju yang mengalami okupansi atau penurunan tamu 50 hingga 70 persen. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Ternyata ada faktor lain sebabkan pihak hotel di Mamuju akan rumahkan karyawan.

Bukan hanya faktor efisiensi anggaran ala Presiden Prabowo, tapi ada dua faktor lain jadi sebabnya. 

Penyebab lain ini disampaikan Manager Hotel Matos Mamuju Yudhi Bakaria.

Baca juga: Ketua Partai Pengusung SDK - Salim di Pilgub Sulbar Dipastikan Berangkat ke Jakarta Lihat Pelantikan

Baca juga: Hotel Maleo Akan PHK Karyawan Imbas Efisiensi Ala Prabowo

Saat ini okupansi atau jumlah kamar hotel terpakai turun hingga 70 persen. 

"Kalau yang dirasakan ya pasti berdampak sekali yah, karena kita tahu di Mamuju itu sektor wisata belum bisa menopang sisi lainya (tingkat pengunjung hotel). Beda dengan di Bali disana pusat wisata," ungkap Yudhi saat dikonfirmasi Tribun-Sulbar.com, Sabtu (15/2/2025).

Menurut Yudhi, market perhotelan di Mamuju itu betul-betul mengandalkan kegiatan bisnis dan kegiatan pemerintahan.

Bahkan tidak hanya di Mamuju, pengusaha hotel di wilayah Jawan dan Makassar juga banyak merasakan hal yang sama soal pemangkasan anggaran ini.

"Ya kalau dibilang terdampak ya sudah pasti terdampak yah," ujarnya.

Namun kata dia,pengurangan karyawan hotel pihaknya belum melakukan itu, karena dia masih mengkaji dan melihat sampai dimana kebijakan ini akan berlangsung.

Tetapi saat ini,pihaknya sudah melakukan preventive dari sisi energi kost,sisi penggunaan barang-barang itu mulai dikurangi sampai 50 persen.

"Untuk karyawan pasti kita akan lakukan pengurangan kalau memang nanti kebijakan efisiensi bersifat panjang dan mulai berdampak besar pada operasional kami," bebernya.

Dia menambahkan, kebijakan ini diluar dari prediksi dari pihak perhotelan,sebab mereka mengira pasca pemilu tingkat okupansi itu tambah meningkat.

"Waktu bulan lalu okupansi kamar itu mencapai 70 sampai 50 persen, kalau okupansi meeting itu sampai 40 -60 persen. Kalau sekarang tamu kamar hotel turun menjadi 20 persen," pungkasnya.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Abd Rahman

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved