Kamis, 28 Mei 2026

PHK Karyawan

Hotel Maleo Akan PHK Karyawan Imbas Efisiensi Ala Prabowo

Akibat dampak efisiensi, sebanyak sembilan karyawan dari berbagai divisi, termasuk bagian hiburan, resepsionis, dan dapur, terancam terkena PHK.  

Tayang:
Penulis: Suandi | Editor: Munawwarah Ahmad
zoom-inlihat foto Hotel Maleo Akan PHK Karyawan Imbas Efisiensi Ala Prabowo
Tribun Sulbar / Suandi
PHK Karyawan - Hotel Maleo Mamuju akan memecat sejumlah karyawannya imbas efisiensi anggaran pemerintah. Akibat dampak efisiensi, sebanyak sembilan karyawan dari berbagai divisi, termasuk bagian hiburan, resepsionis, dan dapur, terancam terkena PHK.   

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Kebijakan efisiensi anggaran pemerintah berpotensi berdampak serius pada industri perhotelan di Mamuju

Grand Maleo Hotel, yang merupakan hotel terbesar di Sulawesi Barat (Sulbar), mengungkap kemungkinan pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi sejumlah karyawannya.  

Baca juga: Demo Mahasiswa Unsulbar Blokade Jalan Sebabkan Kemacetan Parah, Ini Jalur Alternatifnya

Baca juga: Daftar Harga di Gerakan Pangan Murah Mamuju, Beras Rp 58 Ribu

General Manager Grand Maleo Hotel, Budi, menyatakan bahwa PHK akan menjadi langkah terakhir jika kondisi tidak membaik.  

"Saat ini kami sudah melakukan penghematan, termasuk dalam penggunaan listrik dan penyediaan makanan," ujarnya saat ditemui di Grand Maleo Hotel Mamuju, Jumat (14/2/2025).  

Budi mengungkapkan bahwa saat ini hotel memiliki 162 karyawan.

Namun, akibat dampak efisiensi, sebanyak sembilan karyawan dari berbagai divisi, termasuk bagian hiburan, resepsionis, dan dapur, terancam terkena PHK.  

"Itu masih gelombang pertama. Jika kondisi semakin memburuk, maka pengurangan karyawan bisa bertambah," jelasnya.  

Ia pun berharap pemerintah dapat mengevaluasi kebijakan efisiensi anggaran ini. 

Menurutnya, mencari tenaga kerja di Mamuju tidaklah mudah.

Sehingga kebijakan ini bisa berdampak jangka panjang terhadap industri perhotelan.  

"Kami memahami kebijakan pemerintah, tetapi kami juga berharap ada evaluasi agar sektor perhotelan tetap bisa berjalan," katanya.  

Lebih lanjut, Budi menyebutkan bahwa dampak efisiensi anggaran saat ini sudah menyebabkan penurunan pendapatan hingga 80 persen.

Kondisi yang ia samakan dengan situasi saat pandemi COVID-19.  

"Bedanya, saat COVID-19, situasinya memang tidak bisa dihindari. Kita lihat beberapa bulan ke depan apakah kondisi ini akan membaik atau semakin sulit," sambungnya 

Ia mengakui, pemasukan hotel Meleo didominasi oleh event yang dilaksanakan pemerintah.

"Kita berharap agar situasi ini tidak terus terjadi. Jangan sampai menyebabkan gulung tikar. Sulbar ini harus maju," tandasnya.(*)

Laporan Reporter Tribun Sulbar Suandi 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved