Kamis, 30 April 2026

Berita Majene

Begini Penampakan Proyek WC Rp 7 Miliar di Majene, Anggaran Rp 15 Juta Per Unit

Hingga kini, fasilitas WC yang dijanjikan melalui program ini masih belum selesai dikerjakan.

Tayang:
Penulis: Anwar Wahab | Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Begini Penampakan Proyek WC Rp 7 Miliar di Majene, Anggaran Rp 15 Juta Per Unit
Anwar Wahab/Tribun-Sulbar.com
Kondisi Fasilitas WC yang menggunakan dnaa Rp 15 juta di Lingkungan Labuang Utara, Kelurahan Mosso, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Rabu (15/1/2025). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE – Proyek pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) atau tangki septik individu pedesaan di Kabupaten Majene kembali menuai kritik. 

Dengan anggaran mencapai Rp 7 miliar, pelaksanaan proyek ini dinilai tak sesuai harapan, terutama oleh masyarakat penerima manfaat.

Di Kecamatan Sendana, salah satu penerima yang tak ingin disebutkan namanya, mengaku kecewa.

Baca juga: Ada Isu Korupsi, Proyek SPALD-S Rp 7 Miliar di Majene Menuai Sorotan, Begini Penjelasan KSM

Hingga kini, fasilitas WC yang dijanjikan melalui program ini masih belum selesai dikerjakan.

Padahal dirinya sangat berharap proyek itu segera rampung dan bisa digunakan, namun alih-alih digunakan, atapnya saja belum ada. 

Bahkan, bak dan galian yang seharusnya menjadi bagian utama fasilitas tersebut belum terlihat.

"Saya heran, anggaran untuk proyek ini besar sekali, tapi kenyataannya di lapangan seperti tidak terurus. Sampai sekarang bak dan galiannya saja belum ada," ungkap warga dengan rasa kecewa. 

Proyek yang seharusnya selesai tahun lalu ini kini menjadi sorotan publik.

Masyarakat mempertanyakan pengelolaan anggaran, yang dalam perencanaan disebutkan setiap unit WC dialokasikan dana sebesar Rp 15 juta melalui Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). 

Namun, realisasi di lapangan jauh dari memuaskan, penampakan proyek ini nampak tak ada sama sekali perhatian, ia juga mengaku heran proyek tersebut dikerjakan tahun lalu namun tak selesai-selesai. 

Dari hal itu warga berharap ada langkah konkret dari pihak terkait untuk mengatasi permasalahan ini.

 "Kami hanya ingin fasilitas ini segera selesai, sesuai dengan tujuan proyek ini, yaitu untuk memperbaiki sanitasi warga," Lanjutnya. 

Sementara itu, sekretaris Dinas PUPR Majene, Mufli, mengatakan, beberapa proyek lambat dikerjakan karena faktor cuaca, ia mengungkapkan, KSM biasanya tidak kerja karena cuaca sering hujan. 

Namun ia berjanji akan menyelesaikan Proyek tersebut, bulan Januari 2025 ini.(*)

Laporan wartawan Trbun Sulbar.com Anwar Wahab

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved