Selasa, 5 Mei 2026

Berita Majene

Ada Isu Korupsi, Proyek SPALD-S Rp 7 Miliar di Majene Menuai Sorotan, Begini Penjelasan KSM

Sejumlah pihak mempertanyakan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran.

Tayang:
Penulis: Anwar Wahab | Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Ada Isu Korupsi, Proyek SPALD-S Rp 7 Miliar di Majene Menuai Sorotan, Begini Penjelasan KSM
tangkapan layar
Penampakan salah satu bangunan dari proyek SPALD-S di Kabupaten Majene 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE  – Proyek pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) atau tangki septik individu pedesaan senilai Rp 7 miliar di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) menjadi sorotan masyarakat. 

Proyek yang dikelola 8 Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) mendapatkan anggaran untuk membangun minimal 50 unit tangki septik per KSM dengan biaya Rp 15 juta per unit. 

Proyek ini mencakup pembangunan 404 unit toilet di delapan desa.

Baca juga: Honorer Dishub Majene Geruduk BKPSDM, Protes Ada 2 Honorer K2 Tidak Terdata Namun Lolos PPPK 

Delapan desa tersebut yakni, Desa Adolang, Kecamatan Pamboang, Desa Adolang Dhua, Kecamatan Pamboang, Desa Awo, Kecamatan Tammerodo, Desa Betteng, Kecamatan Pamboang, Desa Bonde Utara, Kecamatan Pamboang.

Kemudian Desa Kabiraan, Kecamatan Ulumanda, Desa Mosso, Kecamatan Sendana, dan Desa Pesuloang, Kecamatan Pamboang.

Beredar isu, adanya dugaan penyimpangan dana pembangunan SPALD-S tersebut.

Sejumlah pihak mempertanyakan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran.

Mengingat, proyek tersebut berjalan lebih lambat dari yang direncanakan.

Salah seorang perwakilan KSM, yang tidak ingin disebutkan namanya, membantah keras tuduhan tersebut. 

Ia menegaskan, seluruh proses berjalan sesuai prosedur, meskipun diakui ada kendala yang memperlambat pembangunan.

“Kami menghadapi hambatan dari faktor cuaca. Hujan seringkali mengganggu proses pembangunan, sehingga pekerjaan beberapa kali harus dihentikan. Namun, kami pastikan anggaran digunakan sesuai rencana,” kata KSM kepada wartawan. 

Sementara itu Sekretaris Dinas PUPR Majene, Mufli, mengatakan, setiap KSM yang terlibat memiliki tanggungjawab untuk menyelesaikan pembangunan minimal 50 unit tangki septik.

Kata dia, pengawasan langsung dari pemerintah daerah dan pihak terkait terus dilakukan.

Ia juga mengungkapkan bahwa laporan keuangan dan progres proyek selalu disampaikan secara transparan.

Menurunya proyek SPALD-S ini dipastikan dapat diselesaikan tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat pedesaan.

Ia berjanji bulan Januari 2025 ini proyek SPALD-S tersebut dapat diselesaikan. 

"Proyek SPALD-S merupakan salah satu program penting untuk meningkatkan kualitas sanitasi di pedesaan, itu sangat penting makanya kami genjot pengerjaan, dan beberapa Desa progresnya sudah 90 persen, " tuturnya.(*)

Laporan Wartawan Tribun Sulbar.com Anwar Wahab

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved